Pendakian ke Puncak Gunung Gede (Tamat)

Setelah berisitirahat sejenak di Puncak Gede, dan tentu saja foto-foto, kami harus segera pulang. Ada pepatah lama yang mengatakan, “Sampai di puncak itu sulit, namun mempertahankannya lebih sulit.” Jelas saja karena jika kami bertahan terus di puncak, besoknya ga bisa kerja atau kuliah, hehe. #gagal_mengartikan. Maka kami turun gunung dengan cerita yang tak kalah menarik.

Jalur sebelum turun

Sekitar jam 1 siang lewat sedikit kami mulai turun melalui jalur Cibodas. Awalnya kami bergerak dalam satu rombongan. Hingga beberapa jam kemudian saya, Faiza, Novi dan Nanay sudah tidak mendengar suara rekan-rekan kami yang lain. Yang kami dengar dan lihat adalah rombongan pendaki lain di depan. Dan ternyata kami membuntuti pendaki yang akan melalui tanjakan rantai (Harry dan Christian Wijaya dalam bukunya menyebut demikian, tapi orang-orang menyebutnya tanjakan setan. Yang disebut tanjakan setan ada di Gunung Salak).

Terjalnya…

Tanjakan (bagi kami saat itu berarti turunan) rantai itu sangat curam sehingga dipasanglah tali untuk membantu pendaki menaiki atau menuruninya. Saya sendiri tidak khawatir untuk menuruninya sendiri, apalagi khawatir kepada Novi dan Nanay #ga_usah. Haha piss! Yang membuat saya agak khawatir adalah Faiza, amanah menjaga anak orang.. #halah

Berpikir cepat, saya tanya aja ke para pendaki lain apakah ada yang membawa tali webbing dan alhamdulillah ada. Saya minta tolong sekalian saja ikatkan badan Faiza ke punggung saya dalam posisi menggendongnya. Sementara tas ransel saya yang berisi 4 kompor, 2 tenda, flysheet, sleeping bag, air botol besar (bayangin deh beratnya, hehe) dibawa turun oleh salah seorang anggota rombongan lain yang baik hati itu.. Pas turun di bawah, kaki saya terlihat bergetar.. dan sialnya malah mengundang tawa rombongan lain itu sambil menunjuk lutut saya.. “Tenang Mas..” kata mereka hahaha.

Bersiaaap…

Turuuun….

Setelah menuruni turunan rantai ini kami akhirnya bertemu kembali dengan keluarga dahsyat, sedangkan Roland, Azmi, Umi, Nina sudah di depan. Saya, Novi, dan Nanay berbincang dengan Ayah Faiza, sementara Ibunya Faiza, Faiza, dan Faila melanjutkan perjalanan. Dalam perbincangan ini kami mendapat beberapa ilmu perjalanan, perjalanan budaya, sampai bagaimana menanggapi hal-hal mistik yang tidak perlu didramatisasi, juga sedikit tentang cara mencari sumber air darurat dari lumut, akar, dan daun yang bisa dimakan.

Cerita-cerita bermakna…

Selanjutnya kami berkumpul lengkap kembali di Pos Kandang Badak untuk makan sore (emang ada? hhe) dan sholat.

Mancing maniaaa… mantap!

Karena sadar matahari sudah mulai menghilang dan kondisi sudah agak dingin, akhirnya kami meninggalkan Kandang Badak. Lampu di kepala dipasang mengantisipasi perjalanan turun yang akan tak kalah menantang.

Kondisi fisik yang sudah menurun membuat kami banyak berhenti. Persediaan air menipis bahkan habis hingga di satu titik kami meminta ke pendaki lain, dan akhirnya menemukan sumber air lain.

Akhirnya ada aiiir….

Di daerah yang melalui air panas, kondisi bisa dibayangkan karena sudah gelap dan pandangan tertutup uap panas, sementara kaki menahan panasnya air, di sisi kirinya ada jurang pula.

Tetapi saya selalu salut pada keceriaan dan kebersamaan tim. Ga ada yang mengeluh secara sarkas. Radio-radioan yang diawaki oleh kami yang angkatan 2005 (huuu senioritas), cerita-cerita desa klasik Novi, motto mancing maniaaa yang menyemangati, tebak-tebakan jadul menjadi hiburan, walaupun perjalanan tetap terasa lama juga ya..

Daaaan.. akhirnya kami sampai di pos paling bawah. Tebak jam berapa? Jam 12 lebih dini hari. Senin. Dilanjut perjalanan ke Depok tiba pukul 4 dini hari, dan lanjut masuk kantor berangkat jam 7 pagi. Mancing maniaaaa.. mantap lah pokoknya.

(Tamat)

Ini ringkasan video perjalanannya..

ps:

Catatan waktu ideal menaiki Gunung Gede dengan Jalur Cibodas dari buku Rekam Jejak Pendakian ke 44 Gunung di Nusantara karya Harry dan Christian Wijaya adalah 5 jam 30 menit.

3 thoughts on “Pendakian ke Puncak Gunung Gede (Tamat)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s