Jadi Komentator Indonesia vs Filipina

by Fadhli

Semifinal AFF Cup (dulu namanya Piala Tiger) hari Ahad (19/12/10) antara Indonesia melawan Filipina membuat saya sekarang berhenti tertawa-tawa ketika melihat operan-operan orang Indonesia. Biasanya saya menertawakan (sarkasnya: menghina) permainan Indonesia yang operannya tidak akurat, terlalu banyak gocek, individual, dll, berbeda kalau melihat tayangan liga-liga Eropa. Tapi malam ini saya menikmati dan memuji permainan tim besutan Alfred Riedl, bahkan saya nilai lebih bagus dari anak-anak Filipin yang katanya banyak lulusan Eropa. Malah saya agak kesal kepada pemain-pemain Filipin yang bermain agak kasar dan emosional (saya catet No 18 sama No 7 tuh yg minta digedig!!).

Tapi tetap, karena ini bola, saya tetap tidak tahan berkomentar, seperti komentator di televisi yang kadang juga lebay. Maklum lah, namanya juga komentator, pasti berkomentar walaupun ga jago maen. Kalo jago maen, tentu saja dia ga akan jadi komentator, lebih mungkinnya ya jadi pemaen. Jadi, bebas-bebas aja ah berkomentar, hehe.

Kadang-kadang ekspresi pemain, pelatih, atau wasit yang terlihat di televisi saya dubbing sendiri. Misalnya, wasit lagi memanggil pemain karena pelanggaran, saya akan ngomong ke Adik saya, “Kayaknya wasit tuh ngomong gini, ‘Hei, Kamu! Ia, Kamu! Sini, sini… Nih! Kartu kuning buat kamu!” Atau ketika ada pemain yang ekspresi pura-pura ga handball sambil nunjuk-nunjuk tangannya, maka saya dubbing, “Nggak Sit, nggak handball, liat nih mana?? Ga ada bekasnya tuh di tangan saya!

Atau komentar yang karena kekecewaan dan kekesalan. Misalnya ketika pemain Indonesia dilanggar, saya langsung teriak, “Apaan sih tuh orang?! Pukul lah! Pukul!” Haha, masih aja kayak tarkam, karena dulu saya juga sering berkelahi dan emosian waktu main bola. Atau, “Apaan tuh si Okto, koq ga gol-gol,” “Wei, Ridwan, lama banget sih goceknya”, dll.

Dan puncaknya ketika Gonzales mencetak gol yang pasti bukan hanya menembus gawang lawan, tapi juga melesak sampai ke dada mereka, kami pun berteriak keras-keras di kamar, bahkan melemparkan badan ke kasur, sambil ikut selebrasi, dan menista-nistakan permainan lawan…

Betul-betul permainan cantik semalam, lebih cantik dari permainan leg pertama, walaupun sangat disayangkan banyak peluang yang terbuang. Mudah-mudahan di final nanti tim Indonesia bisa bermain lebih efektif.