Nonton Yang Ga Bosenin

by Fadhli

Saya bukan pengamat film, nonton pun jarang-jarang… Tapi boleh kan kasih pendapat sedikit tentang dua film aksi yang saya tonton beberapa hari belakangan.

Pertama, tentang penyelamatan kereta api yang karena human error, kereta yang membawa bahan-bahan kimia beracun itu melaju tanpa awak, satu orang pun. Kepanikan melanda jawatan kereta api kota karena dikhawatirkan bisa terjadi tabrakan dengan kereta lain, dan kalaupun tidak, kereta yang melaju makin kencang itu akan terguling di tikungan kota padat penduduk karena kelebihan kecepatan. Aksi penyelamatan dilakukan oleh tokoh di film ini. Heroik dan dramatis.

Kedua, tentang aksi dua skater (pemain skateboard) yang menemukan konspirasi polisi busuk di sebuah daerah tersembunyi di kota. Dengan fitur video recorder di ponselnya, salah seorang skater merekam pembunuhan yang dilakukan polisi busuk itu, dan ternyata aksi mereka diketahui. Bisa ditebak, mereka diburu oleh polisi jahat itu.

Apa persamaan kedua film itu? Cerita utama keduanya bisa dikatakan sangat sederhana dan linear, tidak ada hal yang tidak terduga, alurnya bisa ditebak. Yang satu penyelamatan kereta api, yang kedua tentang pengejaran skater oleh polisi-polisi jahat. Dan pasti si tokoh berhasil.

Selain cerita, ternyata scene-nya pun sederhana. Sepanjang satu setengah jam, film yang satu bercerita di sepanjang rel kereta api, dengan sedikit kondisi kepanikan di kantor jawatan kereta api. Yang lain menampilkan jalan-jalan kota, dengan sedikit saja kondisi di tempat persembunyian mereka.

Tapi anehnya, koq saya ga merasa bosen nonton film itu? Seenggaknya saya merasa karena dua hal: teknik aksi para tokohnya, dan karena efek-efek (suara dan gambar) yang ditampilkan.

Dan itu bedanya dengan film Indonesia. Udah lah ceritanya mungkin ga bagus, pengemasannya bikin bosenin. Bukan, bukan berarti saya juga mementingkan kemasan daripada isi. Tapi seenggaknya, kalo isinya sederhana, kompensasinya harus ada dong buat yang nonton, biar ga bosenin. Itu aja sih buat penonton kayak saya. Prg