Let’s Rock Bangkok! #1

by Fadhli

Tanggal 23 Januari, Ibu, Bapak dan Adik saya datang ke kostan di Depok. Mereka hendak mengantar saya ke bandara. Entahlah, saya sendiri merasa terlalu merepotkan karena mereka harus sewa mobil dari Bandung ke Depok, belum lagi bawa bekal untuk makanan saya. Tapi saya juga ga bisa menolak, karena mungkin mereka merasa perlu melepas anaknya pertama kali ke luar negeri.

Yang jelas, anak-anak kostan ga saya kasih tau, dan orang tua saya dan adik juga ga kasih tau mereka. Sebenernya awalnya mau ngisengin, pura-pura ngambeg begitu dan minggat. Tapi kayaknya mereka tahu kemudian hari. Ya kita batalkan saja panggung sandiwara ini pada akhirnya.

Sampai bandara, saya pertama kali bertemu dengan Dodi, yang kelak juga akan menjadi teman sekamar di hostel nanti. Dodi kasih pelajaran tentang check in dan berurusan dengan imigrasi untuk perjalanan ke luar negeri. Saya berterima kasih karena dengan itu bisa mengurangi kecanggungan saya di bandara. Baru setelah itu ketemu dengan Nazier, dan Erik. Yang disebut terakhir kemudian menjadi teman jalan2 di Bangkok. Juga dengan Inas, Naluri, Dea, kemudian Raymon yang juga jadi teman sekamar nantinya.

Kejadian yang lucu waktu di pesawat. Ternyata, saya sebelah-sebelahan sama Mbak Ayu, seorang presenter lainnya. Ga enaknya lagi, saya di pesawat pesen makan, kemudian makan coklat, sementara Mbak Ayu asyik membaca buku dan saya ga nawarin apa yang saya punya ke beliau. Pas sudah keluar bandara dan mengetahui Mbak Ayu juga akan menjadi speaker, saya langsung malu. “Perasaan gua, lu juga kayaknya speaker juga ya, itu gua rasa waktu kita duduk sebelahan di pesawat,” kata Mbak Ayu.


Perjalanan di pesawat ke Thailand memakan waktu 3,5 jam. Alhamdulillah selamat sampai tujuan. Dari bandara kita dijemput ke hostel di jalan Phitsanulok. Sampai hostel, kita menyimpan barang-barang bawaan, kemudian membantu temen-temen yang belum dapet kamar untuk mencari di daerah belakang hostel kita, membeli minum di minimarket, dan sempat ketemu dengan orang Kanada juga yang kegiatannya sedang melakukan dokumentasi tentang mangrove gitu di beberapa negara.

Karena besoknya akan presentasi, sebelum tidur saya sempatkan membaca artikel yang akan membantu saya untuk memperdalam makna poster yang saya tampilkan (halah, lebay kumat), agar presentasi bisa dikendalikan dengan baik jalannya, seperti pak kusir yang mengendalikan delmannya (opo tho iki).

Kita lihat apa yang terjadi keesokan harinya… <– klik ini untuk kisah lanjutannya