Let’s Rock Bangkok! -Pre Journey-

by Fadhli

Ga pernah ngebayangin sebelumnya saya akan ke luar negeri (Bangkok, Thailand), dan dengan cara yang seperti ini. Awalnya saat sedang bertugas penelitian di Kalimantan Tengah, Palangkaraya, ada junior yang memberitahu pendaftaran Asia-Pacific Forum: Youth Action on Climate Change yang diadakan oleh SEAMEO-SPAAFA (semacam kementerian pendidikan ASEAN, bidang arkeologi dan seni budaya gitu). Tapi karena sedang bertugas, ya ga terlalu memperhatikan hal itu dulu, walaupun terbersit niat untuk ikut.

Singkatnya, pada akhirnya saya tertarik mendaftar, karena menurut info, presentasinya tidak perlu oral, jadi display poster saja. Parahnya, saya mengirimkan abstrak dan aplikasi di hari pendaftaran terakhir, 17 Desember 2010, jam 23.54. Padahal, aplikasi ditutup pada pukul 24.00. Fiuuh…

Saya mengirimkan dua abstrak kreasi poster yang sangat-sangat singkat. Masing-masing hanya 1 paragraf saja. Yang satu berkaitan dengan hubungan perubahan iklim dan kesehatan, yang lain berkaitan dengan air dan konflik sosial. Asal tahu saja, saat mengirimkan abstrak, belum terbayang di kepala saya akan seperti apa itu poster. Masih abstrak, namanya juga abstrak, hhe…

Tak disangka, tanggal 30 Desember ada email masuk, isinya:

Pleased to let you know that your abstract has been accepted. It was a very competitive selection as we had received 100 abstracts – so congratulations!

Wah, Alhamdulillah, senang nian saya waktu itu, junior saya bilang ini hadiah ulang tahun (angka yang bagus untuk tanggal ulang tahun saya ke 23: 11-1-11), di samping kesenangan lain sudah diterima magang di UNAIDS Indonesia. Namun demikian, tidak ada yang tahu kabar ini, sengaja disimpan dulu, siapa tau ga jadi berangkat… Hhe…

Akhirnya tiket pesawat saya pesan secara online di hari terakhir promosi sebuah perusahaan penerbangan swasta. Oia, harga tiket yang saya propose ke panitia sempat berubah-ubah dulu, baru kemudian di hari terakhir dapat harga fix. Masalahnya kemudian, kalau secara online, saya harus bayar dengan layanan internet banking sebuah bank yang saya tidak punya akunnya. Namun dengan pertolongan salah seorang senior dari fakultas lain, saya mendapat pinjaman akun dan bisa membayar.

Pekan kedua Januari saat sedang di kantor, saya mendapatkan abstrak mana yang diterima dan ternyata yang tentang “air dan konflik sosial.” Yang bikin saya kaget, koq jadinya presentasi oral, dan parahnya saya harus berbicara di sesi pertama, sebagai pembicara kedua. Adapun sesi pertama itu persis setelah opening ceremony. Untuk memastikan apakah benar harus oral, saya kirim email ke panitia. Dan, ternyata memang benar harus presentasi oral.

Wah, ternyata ini memang harga yang harus dibayar dari sponsorshipnya, presentasi dalam bahasa Inggris. Dan anda tahu, bahasa Inggris sy kalo diajak ngomong itu kacau beliau. Apapun, itu semua harus ditanggung. Ga ada ceritanya mundur gara-gara masalah ga bisa ngomong, kalo ga bisa ngomong ya bahasa tubuh aja nanti. Hhe…

Maka, kemudian, saya bersiap menggarap posternya. Tanggal 16 Januari malam sampai pagi, saya mencari inspirasi dan menyendiri di suatu tempat umum di daerah Depok yang memiliki fasilitas wi-fi gratis, sampe tertidur di situ, ga pulang ke rumah. Hasilnya, inspirasi belum sempurna.

Paginya, tanggal 17 Januari, ada kumpul keluarga di Depok juga karena kakak sepupu akan nikah. Tersebarlah berita saya akan berangkat ke Thailand. Abang sepupu saya becandain saya, “Gimana, bahasa Inggris kamu OK ga??” Wkwk, saya ketawa-tawa aja. Kemudian salah satu Om saya bilang, “Ah, ga perlu bagus. Kamu jawab aja sekira-kira kamu. Dulu juga saya gitu, kalau ga kedengeran atau ga ngerti pertanyaan, jawab aja biar ga keliatan bodoh…” Hahaha, tawa pun pecah. Sementara saya makin khawatir. “Emang akan tegang itu kalo pertama kali, waktu pertama kali gemetaran, dulu aja Om saking tegangnya pointer slidenya goyang-goyang dan pindah-pindah ga jelas jadinya” Waduuuh… apalagi saya ini Om, hahaha….

Tanggal 22 Januari, kurang dari satu hari sebelum berangkat, justru di tanggal itu saya mendapat inspirasi poster baru. Dengan masukan beberapa teman (yang mereka tetap tidak tahu tujuan saya bikin poster itu untuk dipresentasikan di Bangkok), jadilah poster itu, termasuk apa yang harus saya tulis dalam Bahasa Inggris yang benar di poster itu. Emang, senengnya dadakan ya orang Indonesia,,, (saya deng maksudnya… hhe)

Bersiap berangkat!! <– klik ini untuk lanjutannya