Ga Penting (2)

by Fadhli

Apa perlu liat kamus online? Atau gue perlu bukain kamus Oxford??” tanya seseorang, yang dari usia dan penampilannya masih mahasiswa, kepada temannya yang lain. Sehabis itu, yang bertanya memberitahu arti sebuah kata dengan kalimat, “Nih, gue kasih tau ya arti dari kata itu adalah bla bla bla

Ada yang salah?? Ga ada, pertanyaannya ga salah. Tapi konteksnya bagi saya yang ga penting. Itu mahasiswa sampai nanya kayak gitu hanya karena temennya yang ditanya ga tau arti sebuah kata dalam Bahasa Inggris. Jadi, ga tau satu kata aja kesannya menjadi satu kesalahan yang “dahsyat” sampe perlu buka 1 kamus.

Masih lanjut, si temennya tadi mengucapkan kata “Yaho“, padahal yang dia maksud adalah “Yahoo” (sebuah situs yang seharusnya dibaca “yahu” dalam pelafalan Bahasa Inggris). Dan, pembahasan jadi panjang dikali lebar sama dengan luas oleh pertanyaan teman-temannya: “Aduh, Yaho apaan?? “O” dua itu dibaca “U” kalo Bahasa Inggris. Kalo “Yaho” itu, “O”nya cuma “Sato.” (perhatiin, kata “Satu” dilafalkan jadi “Sato” untuk menegaskan kesalahan lafal yang cuma di ujung dan satu huruf saja itu)

Emang sih, bener kalo tu pelafalan salah, tapi dibahasnya ga usah seserius itu kali. Cuma satu kata gitu loh. Kan bisa meluruskannya hanya dengan nanya balik misalnya, “Yahoo yang internet itu?” atau “Yahoo dot com ya??” (dengan pelafalan Yahoo yang bener, atau dibaca “Yahu”, dengan niat menegaskan pelafalan yang benar). Ga mesti kayak polisi yang nginterogasi atau profesor yang lagi ngebimbing disertasi, atau ahli kata membedah pelafalannya.

Eh, ngomong-ngomong, tulisan ini penting ga ya??😀 Jangan-jangan ga penting juga. Udah dulu deh kalo gitu ya… Hehe…

-sehabis merhatiin dialog 4 mahasiswa di sebuah tempat makan di daerah kampus di depok-