Minder

by Fadhli

Hari ini ikatan alumni asrama beasiswa kepemimpinan kami merancang sebuah rencana untuk menerbitkan buku. Isi bukunya akan diambil dari 100 orang alumni yang menuliskan inspirasi dan prestasinya.

Di momen yang seperti itu sebenarnya sangat senang, bergaul dan bertemu dengan orang-orang hebat. Tapi tak lama setelah itu saya agak lebih banyak menunduk, sambil mengulum permen. Menjadi pendengar dan pemerhati yang baik saja di antara forum. Memindahkan rasa minder ke lantai tempat mata saya tundukkan, sambil mencoba mengorek prestasi apa yang sudah saya buat.

Dicoba dikorek pun prestasi itu agaknya susah. Dibandingkan dengan para peserta forum pun agak susah, mengingat di sebelah saya ada para alumni yang hebat menjadi mahasiswa berprestasi saat kuliah. Di sebelah yang lain ada para alumni yang sudah bekerja mapan, dan berjalan ke berbagai daerah termasuk mancanegara. Di depan yang lain ada para pemimpin organisasi yang hebat di kampus. Saya hendak tidak tambah bersuara di forum.

Saat yang memimpin forum bertanya inspirasi apa yang akan peserta tampilkan satu persatu di dalam buku, saya berharap itu tidak akan sampai ditanyakan pada saya. Beruntung tidak jadi.

Apa ya resepnya supaya seperti orang-orang hebat seperti mereka, supaya tidak memasang harga terlalu rendah pada diri sendiri dan selalu bisa PeDe?? Akan saya tanyakan ke tim yang akan buat bukunya kemudian, hhe…