Kejar Beasiswa (Newbie)

by Fadhli

Di sini saya pengen berbagi seputar langkah-langkah umum dalam mengejar beasiswa ke luar negeri, walaupun saya sendiri sampai saat ini belum berhasil. Ga masalah kan ya??

Sampai saat ini sih baru 5 kali aplikasi yang saya kirim, 4 ditolak, 1 menunggu dan sampai sekarang masih mau coba terus yang lain. Di sini saya akan berbagi cara-cara praktis dan teknisnya aja terkait hal-hal yang perlu disiapkan. Sebagai newbie, mari kita berbagi…

1. Cari infonya. Ini yang paling awal. Apa yang mau diapply kalau ga ada infonya?? Dari mana?? Banyak koq, dari situs, mading mahalum, milis, dan lain sebagainya. Penyedia beasiswa biasanya selalu punya situsnya sendiri.
Australian Award: penyedia beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) dan Australian Leadership Award (ALA) Scholarship. Atau ini link yang internasionalnya
DAAD Jerman
Fullbright Amerika
Erasmus Mundus Eropa atau yang dibikin sama alumni2 Indonesianya
Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia
Kementerian Luar Negeri Brunei Darussalam

Kalo dari milis, kita bisa gabung di milis “beasiswa@yahoogroups.com”, atau langganan info di http://www.scholars4dev.com/ atau http://www.eastchance.com/

2. Baca infonya dengan jelas, jangan keburu enggan untuk membacanya, karena dari situ bisa jelas mengetahui apa yang akan dibutuhkan ke depannya. Kan ceritanya kita pengen sekolah gratis, masa’ info dan tetek-bengeknya masih juga mau gratisan. Dari situs-situs itu biasanya kita bisa mengunduh formulirnya, persyaratannya, dokumen pendukung (kayak format CV, reference letter, dsb). Cari, baca, penuhi… Ga boleh males.

3. Selanjutnya, inilah yang harus kita siapkan secara umum…

a. Paspor, karena sebagian beasiswa meminta paspor sebagai tanda identitas, dan itu memang identitas umum di dunia internasional. Buat aja dari sekarang, ga ada ruginya koq. Juga antisipasi supaya ga mepet, karena bikin paspor di Indonesia masih agak ribet dan lama. Kita bisa bikin ke imigrasi terdekat. Biaya sekitar 270ribu kalau normal. Persyaratannya apa?? Silakan googling lengkapnya. Biasanya sih: Kartu keluarga, KTP, kartu mahasiswa/surat keterangan dari kantor, mengisi formulir lengkap. Jadi sekitar 10 hari kerja.

b. Translasi ijazah dan transkrip ke Bahasa Inggris. Kalau lulusan UI, transkripnya udah bilingual, tinggal ijazahnya aja. Gimana cara translasinya?? Gampang, tinggal datang ke rektorat kampus. Atau, ini kisi2 lengkapnya yang saya dapet dari mahalum salah satu fakultas:

Dear alumni,
Berikut kami sampaikan informasi tentang Layanan Legalisasi Salinan dan Terjemahan Dokumen Akademik Universitas Indonesia sesuai SK Rektor No. 0717/SK/R/UI/2011, memutuskan:
1. Layanan legalisasi dokumen akademik mencakup layanan legalisasi salinan ijazah, transkrip akademik, sertifikat cum-laude, akreditasi institusi dan program studi, serta penerjemahan ijazah Universitas Indonesia
2. Layanan legilasasi dan penerjemahan dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Universitas Indonesia (PAU/Rektorat)
3. Direktur Pendidikan atas nama Rektor menandatangani legalisasi salinan dokumen akademik Universitas Indonesia
4. Untuk keperluan tertentu yang bersifat khusus, legalisasi ditandatangai oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan atau Dekan Fakultas yang berkaitan
5. Layanan legalisasi salinan dokumen akademik dan penerjemahan dokumen akademik menggunakan aplikasi berbasis web dengan alamat http://yandok.ui.ac.id
6. Pembayaran biaya layanan legalisasi salinan dan penerjemahan dokumen akademik menggunakan metode host to host
7. Permohonan layanan legalisasi diselesaikan dalam 5 (lima) hari kerja terhitung mulai dokumen asli diterima oleh petugas
8. Biaya layanan legalisasi dokumen akademik adalah Rp 5.000 (lima ribu rupiah) untuk setiap eksemplar

Saran saya, kalau merasa ribet lewat online, langsung sambangi aja tuh rektorat, biar lebih jelas… Hehehe

c. Sertifikat Kemampuan Bahasa Inggris. Biasanya kalau Australia, Eropa, Amerika yang diminta TOEFL atau IELTS. Skornya tergantung jenis beasiswanya. Jenis TOEFLnya (apakah institutional atau international biasanya dijelaskan dalam persyaratan masing2 beasiswa).
Ini jadwal Institutional TOEFL di LBI FIB UI bayarnya 29.5 dollar atau sekitar 300ribu.
Ini jadwal yang International di IIEF, sekarang hanya tersedia dalam format Internet Based.
Nah, kalau sudah tahu jadwalnya, kita bisa ancer-ancer kapan ambil testnya, kapan dapet sertifikatnya, dan kapan deadline terakhir penyerahan aplikasinya. Semuanya bisa diatur dari awal dengan demikian.
Tentu saja sebelum dapet sertifikat, kita harus yakin bisa dapet nilai yang didapat, lagi2 kemauan untuk meningkatkannya, baik secara otodidak atau ambil kursus.

d. Surat Referensi dari atasan atau pihak kampus, jumlah bisa 2-3 orang, tergantung persyaratan masing-masing program. Kita bisa minta ke dosen-dosen (terutama yang sudah doktor, dan kalau bisa profesor) atau atasan tempat kerja. Formatnya gimana?? Tergantung beasiswanya. Biasanya ada yang kasih formatnya, tetapi ada juga yang membebaskan. Kalau udah tau pake format apa, segera kontak aja orang-orang yang bisa diminta untuk itu. Biasanya sih, kalau formatnya bebas, kita yang disuruh bikin sendiri, kalau setuju, mereka tinggal cetak di surat berkop dan tanda-tangan. Panduan surat referensi gimana?? Googling aja, atau tanya ke alumni, atau japri ke saya, sy ada contohnya (seinget sy sih ada…)

e. Study Objective atau Letter of Motivation. Ini semacam Cover Letter yang dengan sangat yakin dan tegas harus menggambarkan kenapa kita pilih program itu, apa kontribusi kita setelah menerima beasiswa itu untuk pembangunan negara/dampak apa yang diberikan beasiswa itu untuk kehidupan kita, dan kenapa kita yang seharusnya dipilih untuk itu. Biasanya panitia penerimaan ga minta yang bertele-tele, yang penting jelas, singkat, padat, dan tepat. Poin-poin apa yang harus dijelaskan juga biasanya ada di penjelasan masing-masing program. Gimana contohnya?? Googling. Atau, di emundus.wordpress.com ada koq contohnya. Atau, kalau masih susah, boleh japri saya lagi…

f. Resume diri atau CV terbaru dan foto terbaru. Segera update, dan dalam beberapa program harus disesuaikan yang kira-kira menitikberatkan bahwa pengalaman kita sesuai dengan program yang diapply. Biasanya panitia penerimaan juga ga menerima lebih dari 3 halaman. Masukkan item-item yang relevan dan memiliki harga jual tinggi sesuai program yang diapply. Erasmus Mundus biasanya pake format Europass, bisa didownload template dan contohnya.

g. Yang lain-lain, menyesuaikan dengan programnya…

Kira-kira itu dulu, kalau ada yang kurang, ingetin saya juga ya…
Mudah-mudahan membantu…