Untuk Apa Saya Menulis?

by Fadhli

Awalnya kepikiran, terutama setelah memuat beberapa tulisan terakhir di blog ini (tentang magang di lembaga internasional, dan hasil publikasi di majalah Asia-Pasifik), pembaca akan merasa “ni orang pamer banget sih…,” “Jumawa pisan…,” “Sombong…,” atau “Sok!”

Hehehe, nah kalau udah gini juga bingung. Kalau bilang, “Ga koq, saya ga niat pamer, saya nulis ini ikhlas…” Tapi masa’ ikhlas bilang-bilang, ia ga??

Gini pembaca yang budiman dan budiwoman, saya menulis awalnya untuk kepentingan pribadi saja. Ya buat saya melancarkan tulisan. Kan harus ada topik. Topiknya apa aja. Itu aja. Yang penting gimana nih saya bisa melatih nulis lah. Itu pertama.

Kedua, masih berkaitan dengan kepentingan pribadi, saya tuh sebenernya orang yang males ngomong banyak, kecuali ke beberapa temen atau komunitas yang memang di situ saya udah kenal baik dengan orang-orangnya, bahkan saya harus akui ke temen-temen kost aja ga semua saya cerita. Jadilah blog ini ajang curcol saya.

Selanjutnya saya berpikir tapi kalau cuma buat kepentingan pribadi, sayang juga sih. Lebih baik kan ada value yang bisa disampaikan, bisa share apa ajalah, walaupun saya juga ga pengen menggurui dengan memuat banyak teori atau dalil, makanya tulisan terkesan ngasal dan selintas-selintas saja kan?

Sempet kepikiran juga mudah-mudahan bisa dijadiin buku nih blog kayak beberapa penulis yang awalnya bermula dari blog, seorang kawan juga menyarankan demikian. Tapi setelah dipikir-pikir, obsesinya ga terlalu ke situ deh. Yang penting mah nulis, menikmati blogging. Kalau dijadiin buku, itu mah bonus aja.

Pokoknya mah Piss, love, and gaul. Eh, salah, itu motto planet remaja.

Blogging. Enjoying. Sharing. Itu maksud saya.