(Bukan) Resensi Age of Heroes

by Fadhli

Kali ini, film yang akan dikomentari adalah Age of Heroes. Ditonton di blok pertokoan Paris van Java, Bandung, tepatnya di bioskop Blitz Megaplex yang harganya 35 ribu itu, dan sebelum film dimulai bonus iklannya ga banyak, tapi banyak banget… Hehehe. Tapi ya lumayan enak lah tempatnya. (ini mau bahas tempatnya apa filmnya sih??)

Ok2, film Age of Heroes intinya bercerita tentang penculikan teknologi radar yang dilakukan oleh Pasukan Khusus Inggris dari Nazi Jerman di tahun 1940an (Perang Dunia II kali ya? Bener ga?). Ceritanya cenderung linier, mulai dari pembentukan tim khusus, penyusunan strategi, mulai pertempuran, misi berhasil dengan beberapa korban juga di pihak protagonis, dan terakhir klimaksnya agak kabur karena setelah misi berhasil ga dilanjutkan apa efeknya. Selesai begitu saja.

Sedikit drama terjadi di saat pembentukan pasukan khusus saja. Ketika tokoh utama terpaksa diikutsertakan karena ia memang memaksa, padahal ia adalah tahanan militer karena ia dianggap sebagai desertir dan menolak perintah dalam suatu pertempuran. Pada akhirnya, ia bisa menyelesaikan misi. Selain itu, ada juga seorang wanita yang awalnya dicurigai bukan bagian dari pasukan karena ia baru bergabung di sebuah pos pertemuan di Norwegia (pasukan laki-laki berangkat dari Inggris).

Pelajaran yang bisa saya ambil, bahwa setiap manusia itu unik. Dia tidak hebat di satu sisi, tapi mungkin di sisi lain ia punya kemampuan. Misalkan wanita belom pasti tidak bisa menjadi tentara yang hebat. Atau seorang yang dianggap desertir juga sudah pasti seorang pecundang. Kecuali semua itu terbukti pada dirinya.

Yang jelas, semua itu akan menjadi pas bila dipadu dengan perbaikan, dan latihan-latihan yang dilakukannya, juga satu lagi: kesempatan. Dan menjemput kesempatan ada pada kesabaran.

~tsaaah…😀