My 2011 Journeys of Indonesia – Arung Jeram di Citarik

by Fadhli

Arung Jeram di Citarik (16 Juli 2011)

Aktivitas Arung Jeram ini kami laksanakan dengan memanfaatkan jasa sebuah event organizer (EO) khusus rafting (arung jeram). Banyak sekali EO yang bergerak di bidang wisata sekaligus olahraga ini. Yang membedakan antar mereka adalah kavling start  dan finish arung jeramnya. Walaupun pada akhirnya memang beririsan, karena aliran sungainya hanya satu.

Berbekal keyakinan akan sampai, dilengkapi dengan peta dari EO, kami menjadi pasukan ngeteng mania. Dari Depok selepas Shubuh menumpang kereta (tentu saja bayar) sampai Stasiun Bogor. Dilanjutkan dengan menyewa jasa angkot yang di awal supirnya mengaku tahu area yang kami maksud, padahal tidak. Kami kira perjalanan sudah sangat dekat karena telah melalui jalur tanjakan, turunan, dan belokan curam, ternyata angkot itu menurunkan kami di daerah yang masih jauh dari tujuan.

Dari situ kami masih harus menggunakan bis berukuran ngatung (3/4 maksudnya, hhe) jurusan Sukabumi jika tidak salah. Dan itupun belum selesai. Masih harus naik angkot ke area basecamp yang jalurnya sudah semacam Puncak Pass, atau bahkan Nagreg. Total dari Jakarta, kami sampai sekitar 4 jam.

Basecamp sebelum Arung Jeram

Sampai di Basecamp kami sudah disuguhi gorengan dan sirup sebagai pemanasan perut, malah badan untuk persiapan arung jeramnya ga begitu diperhatikan, haha. Maklum, 4 jam kering di jalan. Setelah bersiap untuk terjun ke sungai. Kami diarahkan untuk mengikuti briefing tentang dasar-dasar melakukan aktivitas ini. Berhubung waktu itu arus tidak terlalu deras, kami hanya mengambil panjang yang 5 Km. Sudah cukuplah, daripada mengambil yang 9 Km tetapi tantangannya biasa aja, nanti malah jadi boring aktivitasnya. Dan berarung jeramlah kami…

Aliran sungai tampak atas

Walaupun tadi saya bilang arusnya secara umum tidak terlalu deras, tapi biasanya tetap mengguncang dan menggulung perahu di daerah dengan bebatuan. Teman saya berkali-kali terhempas ke air. Beruntung yang lain tetap tenang (ga peduli banget sih pada penderitaan teman), karena instrukturnya segera mengendalikan perahu agar baik jalannya, dan teman saya ditinggal. Haha… Enggak lah, maksudnya instruktur langsung menolong teman saya dan mengendalikan jalannya perahu agar berhenti sejenak.

Yeaaah!

Di aliran dengan arus netral, kami boleh terjun dari perahu untuk mencoba mengapung di sungai besar bernama C itarik ini. Makna dalam Bahasa Sunda, “ci” artinya air, diambil dari kata “cai” dan “tarik” artinya deras, atau kencang. Jadi jangan artikan kalau teh tarik itu diseduh pakai air sungai ini, bukan. Maknanya Citarik itu ya air yang berarus deras atau kencang. Makanya bisa jadi wahana arung jeram.

Aktivitas berarung jeram ini selesai dalam kurang dari 1 jam saja. Di titik akhir, kami mendapat air kelapa segar, langsung dari batoknya. Hehe. Setelah itu diangkut kembali ke basecamp dengan mobil bak terbuka yang goyangannya ga kalah dengan waktu arung jeram, berhubung jalanannya juga belom bagus, kasarnya sih jalur hutan yang baru dibuka, dan belom diaspal. Hehe

Sampai di basecamp, sudah ada makan siang. Tentu saja kami mandi dan rapih-rapih dulu. Habis itu baru deh melahap makan siang. Kami juga mendapat dokumentasi aktivitas kami dengan terlebih dahulu menebusnya dengan uang sekitar 100 atau 150ribu, tepatnya saya lupa.

Bukan Hoax, Asli Rafting,😀

Setelah itu kami kembali ke Jakarta, dengan waktu tempuh yang relatif sama dengan waktu berangkat. Hanya bedanya, tidak pakai angkot yang ga tau jalan.