Kostan (lebih dari) 5 Merana! – Prolog

by Fadhli

Kawan-kawan pernah denger kisah Negeri 5 Menara dengan para tokoh utama yang dikenal dengan Sahibul Menara? Nah, ini adalah kocak-kocakannya kisah tersebut. Ini adalah sebuah kisah dari Kostan (lebih dari) 5 Merana dengan para tokoh yang dikenal dengan Sahibul Barca.

Kenapa disebut Kostan (lebih dari) 5 Merana? Ini bisa 2 cara baca dan memaknainya. Pertama: kostan kalo penghuni (gelap)nya lebih dari 5 orang padahal ukuran kamar standarnya cuma cukup 2 orang, merana lah.. Kedua, penghuni kostannya punya lebih dari 5 rana (kegetiran). Apa saja itu? Ya baca serial ini secara lengkap ya.. Hehe. 

Terus kenapa disebut Sahibul Barca? Pertama, karena yang nulis suka dengan Barcelona yang dikenal juga dengan sebutan Barca. Yang kedua, sebenernya supaya keren aja.. Nama asli kostannya adalah al-Barkah, bukannya jelek namanya, sungguh itu bagus. Cuma, ya biar keren aja (#ga_menjawab). Udah ga usah banyak dibahas masalah ini.

Nah, sebenernya ada nama lain juga, yaitu ABC -> al-Barkah Community. Ini perpaduan Arab – Inggris gitu. Entah siapa yang memulai, yang jelas ada tokoh dari kostan ini yang suka ngirim sms dengan mengklaim nama ABC ke teman-teman kampusnya baik junior, ataupun senior, lelaki, maupun pria, dan dicantumkan: ABC Message (#siapa_coba?). Maka berhati-hatilah kalau dapat sms itu. Kalau isinya, “Ibu lagi di kantor polisi, kirim pulsa ya sekarang, sama transfer uang!” jangan sekali-kali dipercaya. Atau kalau setelah mendapat sms itu pulsa anda terpotong, silakan laporkan ke Polisi. hehe

Namun biasanya isi ABC Message ini adalah sms motivasi.. Mungkin untuk memotivasi diri pengirim smsnya ya, yang belakangan lagi galau, tapi alhamdulillah sekarang sudah menemukan belahan jiwanya.. #prikitiuuuuw!

Adalah Asep (nama samaran) yang pertama kali menjadi penghuni kostan ini. Dia sebenarnya sudah memiliki teman-teman di sana, dan kebanyakan berasal dari Pakultas  Kesehatan Masyarakat Unipersitas Insya Allah (maklum, Asep dari Sunda, huruf F dan V dibaca P ya, hehe). Asep sebelumnya sekamar tinggal berdua, dengan sebut saja namanya Kang Topan. Di sebelah kamar Asep dihuni oleh Roni Martono berasal dari Fakultas Hukum Universitas Insya Allah juga.

Kehidupan awal Asep, Kang Topan dan Roni awalnya normal, tenang, gemah ripah repeh rapih. Satu kamar kostan maksimal hanya diisi 2 orang. Kang Topan pun hanya datang di Kamis, Jumat, Sabtu, karena beliau ini mengikuti program ekstensi yang tidak setiap hari masuk kuliah.

Hingga tibalah para Sahibul Barca lain datang menjadi perusuh dan penghuni gelap di kostan ini..

Siapa saja dan bagaimana awal mula mereka masuk ke kostan ini? Silakan tunggu kisah berikutnya ya tentang profil perusuh kostan ini.. (padahal yang nulis nginget-nginget dulu). Ok?