Pendakian ke Puncak Gunung Gede (3)

by Fadhli

Kisah Menarik Selama Pendakian, Berkemah, dan Sampai Puncak

Sampai di Suryakencana, selain membawa tas ransel yang berat, sebenarnya kami juga membawa segudang cerita dalam perjalanan. Mulai dari cerita hebat, panik, senang dan khawatir.

Yang hebat bukan saya, karena saya justru khawatir di awal. Sehari sebelum perjalanan bahkan saya memberi tahu pembatalan kesertaan saya dalam pendakian karena mata sedang dalam perawatan. Karenanya saya mendapat sms pem-“bete”an dari yang ngurus perjalanan.. haha #no_mention. Tetapi akhirnya saya putuskan juga untuk berangkat setelah menemukan solusi cukup tengah (agak ke pinggir dikit, karena biaya perawatan naik)😀

Nah, yang hebat adalah seorang anak yang bergabung dalam pendakian berumur 10 tahun. Faiza namanya. Dia merupakan anak dari salah satu keluarga yang tak kalah dahsyat yang memandu rombongan kami. Di saat yang lain agak tertatih (maklum newbie #alasan), dia melesat. Meninggalkan rombongan kami, dan bergabung dengan rombongan depan yang lebih kencang. Betapa beraninya dia.. Dia sampai di Suryakencana lebih dulu 3 jam dibanding rombongan kami yang berjalan di tengah antara Faiza dan rombongan belakang.

Faiza (10 tahun), Pendaki Cilik

Kekhawatiran (mendekati panik) lain adalah karena terpisahnya rombongan kami. Setelah Faiza dan rombongan tengah yang terdiri dari Novi, Nanay, Azmi, Nina, Roland, dan saya sampai di Suryakencana sore hari, rombongan belakang belum tiba juga sampai malam hari. Alat komunikasi yang belum dibagi menyebabkan kami tidak tahu apa yang terjadi dengan rombongan belakang (orang tua Faiza, Falya adiknya Faiza, dan 3 Om-om lain). Pun logistik umum yang belum terbagi sempurna menyebabkan kami harus menghemat gas yang cuma 1 tabung kecil, padahal kami cukup banyak membawa makanan instan yang harus dimasak.

Menjelang tengah malam, saat kami selesai memutuskan untuk tetap berjalan esok hari dan menuju tenda untuk istirahat, datanglah rombongan orang tua Faiza. Setelah mengambil rehat sejenak, sambil bercerita dan mendirikan tenda, baru diketahui bahwa ada sedikit masalah kesehatan yang menyebabkan harus banyak berhenti. Padahal beban bawaan mereka berat. #Ampuni kamiii.. :D Bagaimanapun, alhamdulillah akhirnya kami berkumpul kembali, kecuali dengan 3 Om-Om yang sampai kami turun tidak juga bersua lagi..😀

Lupakan kejadian kemarin, esok paginya kami langsung “pesta” ayam goreng dan burger. Tak lupa “ritual biologis” tanpa bilik, hhe (maaf kalo jorok, tapi bener ini kan salah satu pelajaran kalo naek gunung).

Pesta Ayam Goyyeeeng dgn tim (kecuali Faiza yg ambil gambar)

Dari berbagai kejadian itu, kerjasama selalu penting. Untung tim kami selalu ceria sekalipun dalam kepanikan, asalkan ada yang bisa diceng-cengin. Haha. Sudah pasti itu junior!

Menjelang tengah hari setelah selesai sarapan dan membereskan kemah, kami melanjutkan perjalanan menuju puncak yang sudah dekat namun bertambah terjal.

Bentar lagi sampe Puncak (tadinya kemah di area lapangan bawah itu lho :D)

Sekitar dua jam dari tempat berkemah, akhirnya sampai juga di Puncak Gede…

Akhirnya…

Bersambung (klik di sini untuk baca yang selanjutnya)..