(Bukan Resensi) The Expendables 2

by Fadhli

Karena ini bukan resensi, saya ga akan menceritakannya panjang lebar. Toh saya juga buat tahu cerita utuhnya harus bayar 40 ribu #pedit_pisan. Apalagi, saya ini nulis yang kedua kali, setelah sebelumnya udah ngetik capek-capek di hape, tapi tidak ter-upload. #curcol. Mungkin ini hanya komen-komen lepas saja terhadap filmnya.

Secara tata-aksi, film ini keren, mendekati riil. Di dalamnya ada penggabungan aksi perang bersenjata, beladiri dengan senjata tajam dan tumpul, juga perkelahian tangan kosong.

Saat melihat tampilan dan aksi tokoh-tokohnya, saya jadi teringat The Raid. Bedanya The Expendables 2 ini lebih kaya latar tempat dibanding The Raid yang hanya beraksi di satu gedung. The Expendables 2 menampilkan latar tempat di salah satu persembunyian kelompok bersenjata di Nepal dengan hutan dan sungainya, kemudian latar utama beralih ke daerah bekas pendudukan Rusia di bagian utara dunia, spesifiknya di kota tua dan daerah pertambangan di sana. 

Aksinya brutal, tapi tidak cukup vulgar seperti The Raid. Indikatornya (#asal) adalah tidak ada teriakan keras dari penonton (terutama wanita) saat film berlangsung, beda ketika saya menonton The Raid dulu.

Dalam pemilihan tokoh, saya pun teringat The Avengers. Di The Avengers, superhero berkostum yang berkumpul, tetapi di The Expendables 2, para jagoan aksi dan perang Amerika yang reuni. Di antara mereka kebanyakan tokoh gaek seperti Sylvester Stallone, van Damme, Chuck Norris, Arnold, John Statham, dll. Hanya saja mungkin wanita bisa kecewa karena jagoan wanita hanya ada 1 (Maggie Chang) dibanding lebih dari 5 pria lain. Itu pun pemeran utama Barney Ross (Sylvester Stallone) sempat menganggapnya remeh, enggan menyertakan dalam tim, dan mengatakan, “Saya tidak mau menjadi babysitter untuknya.

Misi utama dalam cerita ini adalah penyelamatan cetak biru plutonium sebagai komoditas bahan peledak dan alat perang. Dan seperti kebanyakan film perang Amerika, musuhnya orang-orang Rusia. Tapi menarik juga, karena di film ini tim bersekutu dengan Cina. Jet Li tampil di pembukaan ketika tim menyelamatkan (kayaknya) pengusaha Cina. Maggie Chang pun seorang wanita China. #politis_ah, teu ngarti.

Awalnya misi terlihat mudah karena Maggie Chang berhasil mendapatkannya dengan memecahkan kode di brankas pesawat yang terdampar. Namun itu hanya jebakan. Mereka telah diawasi oleh para tokoh jahat. Setelah tim mendapatkan cetak biru itu, para penjahat telah menunggu mereka dan menawan Billy, anggota the Expendables yang berjaga sebagai snipper saat timnya memecahkan kode.

Para penjahat pun mengambil cetak biru itu dan membunuh Billy, padahal janjinya mereka tidak akan membunuh Billy jika mendapatkan cetak biru. Tim pun kehilangan anak muda berbakat yang selalu menjaga mereka dari jarak jauh sebagai snipper.

Maka misi beralih menjadi menuntut balas kematian Billy, dan membebaskan dunia dari perdagangan plutonium untuk kepentingan jahat #halah.

Tentu saja misi berhasil. Ya iyalah gengsi dong kalo kalah, buat apa semua jagoan ngumpul kalo gitu. Dalam cerita, juga dibumbui dengan humor-humor perjuangan #halah, dari para anggota tim yang kebanyakan jomblo itu. Hehe

Ungkapan favorit buat saya dari Sang Komandan Barney Ross, “Why is it the ones who deserve to live – that want to live for the most – die, and the ones that don’t deserve to live, keep going on?

Sekian dan terima kasih, terima diskusi, dan terima transferan juga kalo ada yang mau ngirim…😀