Mereka yang sudah duluan…

by Fadhli

Bulan puasa lalu saya bertemu dengan dua orang kawan SMA, di Jakarta, tempat kami bekerja sehari-hari. Seperti lazimnya, bahasan yang terjadi adalah seputar nostalgia masa lalu, kerja, dan kehidupan. Termasuk salah satu yang disinggung adalah pencapaian pendidikan.

Salah satu teman saya itu ada yang sudah tamat S2. Maka terlontarlah sanjungan dari saya, “Wah hebat euy maneh geus beres S2” (Wah hebat ya kamu udah selesai S2). Kemudian saya tanya kawan saya yang satu lagi, “Kalau kamu ga niat ngelanjutin S2?” Dia jawab, “Saya ini lagi ngambil, kelas akhir pekan,” jawabnya sambil menyebutkan institut terkenal se-Indonesia di Bandung. “Ooo,” jawab saya disertai mulut menganga. 

Beberapa hari setelah lebaran, saya juga teringat teman yang lain. Saya kirim SMS lebaran padanya. Berhari tak kunjung dibalas. Hingga tiba dinding akun sosial medianya ramai dengan ucapan selamat, ketika dia menyatakan sedang transit di satu negara. Hasil tanya ke dirinya di situs sosial media, ternyata itu dalam rangka menuju salah satu negara Eropa untuk melanjutkan kuliah S2-nya. Dengan gelar ganda pulak.

Kemarin-kemarin, saya dapat informasi juga bahwa beberapa teman angkatan di sarjana dulu, sudah diwisuda untuk gelar masternya. Dan, persis kemarin ada teman se-organisasi waktu kuliah yang mohon pamit via grup di sosial media untuk melanjutkan studi S2-nya di negeri seberang.

Begitupun, beberapa orang kawan saya dapati rumornya sedang dalam proses mengurus studi lanjutannya ke negara lain.

Semoga Tuhan melancarkan urusan mereka, baik yang sudah dan sedang menjalani S2, maupun yang akan melaksanakannya, termasuk bagi mereka yang masih memimpikan dan berusaha mengejarnya… Selalu ada manfaat dari menuntut ilmu…

*catatan:

katanya iri dibolehkan kepada dua orang: hartawan yang dermawan, dan cendekia yang menuntut dan mengamalkan ilmunya… Tulisan ini dibikin sambil iri-iri dikit…😀 hehe