Siapin aja dulu, nanti ada jalannya…

by Fadhli

Dulu waktu awal-awal dapat kesempatan jalan ke luar negeri saya ga pernah punya target spesifik harus ke negara ini ke negara itu. Saya siapkan paspor sebagai salah satu “alat” utama buat jalan ke luar negeri. Itupun tadinya untuk beasiswa yang belum kesampean sampai sekarang.

Untuk jalan-jalan dan petualangan, saya punya jargon, “Siapkan aja dulu perlengkapannya semampu kita, dicicil, sedikit demi sedikit, karena jalannya selalu ada.” Saya berpikir toh destinasi perjalanan itu banyak, tinggal apakah kita siap nantinya untuk memanfaatkan kesempatan-kesempatan menuju ke sana. Dengan kesiapan peralatan dan kapasitas, ke manapun kita akan lebih siap.

Kayaknya perspektif itu juga bagus untuk diterapkan dalam hal lain seperti misalnya beasiswa yang belum kunjung datang. Toh negara yang menawarkan beasiswa banyak, kesempatannya ada, mungkin memang kitanya aja yang mungkin belum benar-benar siap. Maka jangan salahkan Tuhan, “Ooh, Tuhan belum kasih kesempatan.” Yang begini nih, udah gagal, nyalahin Tuhan pula. Hasil akan berbanding dengan persiapan kan?

Seseorang yang belum tahu tujuan awal bisa jadi akan sampai ke tujuan itu jika bersiap walaupun sedikit demi sedikit, sebaliknya, seseorang yang sudah tahu tujuan tapi tidak bersiap, tidak akan sampai ke tujuan sampai kapanpun.

Setuju? Any discussion?