Refleksi turun gunung…

by Fadhli

Hari ini melanjutkan membaca mushaf al-Qur`an yang sempat terhenti karena naik-turun gunung. Pas buka, melanjutkan Surat al-Furqan (Pembeda), mulai-mulai terharu itu sebenarnya pas baca dari ayat 58, berlanjut hingga ayat 61-66 berikut ini:

Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan bercahaya. –> inget pendakian malam di bawah bulan bercahaya, kemah dinaungi bintang gemintang dan perjalanan pagi dengan matahari terik

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. –> inget pengaturan istirahat dan perjalanan berdasarkan pertimbangan waktu malam dan siang, ga lupa waktu ibadah juga jadi patokan 

Dan hamba-hamba yang baik dari Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang BERJALAN DI ATAS BUMI DENGAN RENDAH HATI dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. –> inget kehangatan temen-temen perjalanan yang saling berbagi dan berkorban, ga egois-egois, ga merasa jago walau udah banyak yang pro😀, kalau ejek-ejekan dan pamer-pameran itu mah bercanda, bukan dari hati…😀

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka., –> biar ga lupa, bahwa ada Pencipta alam ini, yang kita hanya wajib bersujud kepadaNya sebagai makhluk yang kecil dibanding alam ciptaannya

Dan orang-orang yang berkata: `Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal`. –> doa itu bikin hati khusyu’, walau tampang boleh rock n roll ala pendaki atau petualang…

Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.

So, semakin banyak bertualang itu harus semakin bikin rendah hati, dan tawakkal, karena dengan kekuasaan Tuhan semua bisa terjadi di alam… Maka jadikan perjalanan kita juga punya furqan values (istilah campur: nilai pembeda, di luar mainstream). Ga harus secara fisik juga ditonjolkan, yang penting hati terus merunduk… walaupun jalan tetap seru!😀

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (al-Israa: 37)