Danau Toba: Gunungnya Dulu Segede Apa?

by Fadhli

Takjub melihat danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, dan ternyata merupakan danau vulkanik terbesar di dunia dalam catatan worldlakes.org (dari Wikipedia), maka lebih takjub lagi jika kita bisa melihat sebesar apa gunung api yang kalderanya membentuk Danau Toba sekarang.

Seluas ini danau kalderanya, sebesar apa coba gunung apinya dulu?

Seluas ini danau kalderanya, sebesar apa coba gunung apinya dulu?

Enam tahun lalu saat terakhir berkunjung, saya tidak mengetahui bahwa Danau Toba merupakan danau hasil aktivitas vulkanik. Saya mengetahuinya secara sedikit lebih detail setelah membaca buku Simon Winchester berjudul Krakatoa: The Day the World Exploded. Itupun bukan sengaja untuk membaca mengenai Toba, tetapi mempelajari tentang Krakatau yang akan dikunjungi awal Oktober kemarin. 

Dalam buku itu dijelaskan bahwa Gunung Toba yang terletak di Sumatera Utara ini meletus sekitar 74.000 tahun lalu. Tidak diketahui apakah itu bersamaan dengan penyerangan negara api atau bukan, hehe, yang jelas letusannya memiliki VEI (volcanic explosivity index, indeks ledakan vulkanik) dengan level 8 dari 8. Hal itu menempatkan Toba dalam kategori supervulkanik dengan deskripsi megakolosal menurut pengukuran yang diinisiasi oleh Chris Newhall dari U.S. Geological Survey dan Stephen Self dari University Hawaii tahun 1982. VEI sendiri secara singkat mengukur seberapa banyak material vulkanis yang terlempar, seberapa tinggi, dan seberapa lama erupsinya terjadi (link sumber).

Dalam buku Simon Winchester, Toba ditempatkan dalam urutan pertama dari peristiwa letusan gunung api terdahsyat dalam sejarah, berturut-turut mengikutinya adalah Tambora (Indonesia), Taupo (Selandia baru), Novarupta atau lebih dikenal dengan Katmai (Alaska), dan Krakatau (Indonesia) (-> dibaca ala Go Spot). Salah satu hasil letusan Gunung Toba itu adalah air yang mengisi kalderanya menjadi danau dengan panjang sekitar 100 km, lebar 30km, dan kedalaman 505 meter (di titik terdalam). Simon Winchester juga memuat bahwa tebing kalderanya memiliki ketinggian 800 kaki ke atas.

Saat meledak, seperti letusan gunung api besar lain dalam sejarah, material yang terlempar mencapai negara lain. Debu dengan ketebalan sekitar 15 cm menutupi hampir semua Asia Selatan, diteliti juga di salah satu area di India sampai dengan 6 m dan di Malaysia sampai sekitar 9 m (-> m di sini meter, bukan miliar, kalau miliar orang pada senang). Letusan selama dua pekan menyebabkan perubahan iklim, menimbulkan banyak kematian bahkan ada perdebatan bahwa Toba menyebabkan hanya population bottleneck, dan diperkirakan seluruh dunia dalam keadaan “mati suri” waktu itu. Betapa dahsyatnya.

Berbekal pengetahuan ini, saya tambah semangat untuk tidak menyia-nyiakan waktu berenang (dengan pelampung tentunya, hehe) di sana supaya bisa merasakan kesejukan air dari gunung api dengan ledakan terdahsyat sepanjang sejarah #halah. Berkunjung bersama keluarga dengan mengambil jalur dari Prapat dengan waktu tempuh sekitar 4 jam dari Kota Medan, saya langsung saja menceburkan diri tanpa menunggu yang lain saat baru saja tiba.

Bermain bersama keluarga ( saya menggunakan pelampung :D )

Bermain bersama keluarga ( saya menggunakan pelampung😀 paling kiri )

Saya juga mencoba ingin melihat lebih jauh ke tengah dengan menggunakan jet ski. Ternyata memang begitu luas Danau Toba, tidak bisa hanya dengan menyewa setengah jam untuk bisa mengelilinginya. Dan karena jet ski itu disewa, dan menyewa itu artinya bayar, saya hanya menyewanya untuk setengah jam saja dengan biaya 125ribu.

8

Sayangnya, saya tidak sempat mengunjungi Pulau Samosir, pulau yang timbul akibat tekanan magma ke atas, berhubung rombongan keluarga yang saya ikuti datang sesudah hari siang, dan keluarga sepakat untuk tidak pulang terlalu sore.

Demikian catatan perjalanan saya yang lebih banyak mengenai sejarahnya ini, sekian dan terima gaji…😀

Sumber bacaan:
1. Lake Toba, Wikipedia (English)
2. Danau Toba, Wikipedia (Bahasa)
3. Volcanic Explosivity Index, Wikipedia (English)
4. Krakatoa: The Day the World Exploded, Simon Winchester. Buku