Pentingkah Blog Kita Dibaca Orang?

by Fadhli

Sepanjang tahun lalu, jumlah yang mengklik halaman-halaman (views) di blog saya ini hanya 2,974. Tahun 2012 ini, belum selesai Desember kunjungan mencapai angka 6,498, melonjak 2 kali lipat. Tentu saja angka itu tidak ada apa-apanya dibanding kreator blog lain yang lebih terkenal. Tapi bukan itu inti tulisan kali ini.

Angka-angka itu membawa saya pada pertanyaan: “Emang penting ya seberapa banyak orang yang baca blog kita?” Karena ada banyak orang yang mengaku menulis blog hanya untuk dirinya masing-masing, ga terlalu penting popularitas yang salah satu indikatornya adalah jumlah kunjungan ke blog. Yang penting menulis dan bisa mencurahkan isi pikirannya.

Itu benar sekali. Tapi bagi sebagian yang lain, tentu jumlah kunjungan orang lain ke blog bisa jadi indikator keberhasilan mereka, dengan alasan bahwa blognya adalah sarana berbagi kebaikan, entah pengalaman, perjalanan, kelakuan, dan sebagainya. Supaya para pembaca bisa terbantu dalam meniru pengalaman yang baik, dan tidak terjebak dalam pengalaman yang buruk. Terlebih lagi kreator bukan orang yang punya kesempatan bagus seperti para motivator, atau penceramah yang punya panggung bicara di mana-mana.

Bagus kan? Toh, blog juga salah satu bagian dari media sosial, kalau mau nulis buat diri sendiri, ya di diari aja, atau gadget masing-masing. Itu alasan buat mereka yang menulis dengan melihat tren jumlah pembaca.

Lalu bagaimana dengan niat penulis? Apakah memperhatikan jumlah pembaca termasuk pamer atau riya’? Ah, belum tentu. Salah satu pengertian riya’ juga kan meninggalkan perbuatan baik karena orang lain. Tentu kalau merilis tulisan supaya semata-mata pamer juga ga OK deh.

Dengan dibaca orang lain, kita juga bisa mendapatkan saran dan kritik (singkong <- itu kripik woi) untuk perbaikan tulisan, baik dari pengemasan maupun substansi. Kalau tidak ada yang memberi masukan kan jadinya kita “steril,” merasa tulisan sudah bagus dan ini harus hati-hati supaya ga jadi jujube bin jumawa sendiri. Hehe.

Jadi, bagi saya ga masalah menulis supaya dibaca oleh sekian banyak orang. Tapi saya juga tidak menyalahkan yang tidak terlalu memperhatikan jumlah pembaca. Masing-masing aja. Tapi yang paling penting: ada tidak ada pembaca dia tetap nulis.

Sekian, dan terima gaji…😀

Catatan:
artikel tambahan tentang perbedaan hit, visit, unique visitor, page view bisa klik di sini