Menyikapi “Kue Ulang Tahun”

by Fadhli

Tidak ada yang saya rencanakan istimewa setiap tanggal ini. Hari ini di tahun ini berlalu dengan bekerja, bahkan lembur di hari yang harusnya bisa pulang setengah hari dari jam kerja.

Hingga saya menghadiri undangan beberapa teman yang disebut “mafia (konferensi)” untuk berkumpul dan menyampaikan selamat atas usia yang sudah mencapai seperempat abad dengan menyodorkan kue ulang tahun. Dan di usia sebanyak itu, saya tetap “kikuk” menghadapi kue ulang tahun yang disodorkan sebagai kejutan hari ini. 

Saya sudah lupa di usia berapa terakhir kali menerima kue ulang tahun. Di keluarga sejak usia sekolah jarang sekali, kalau bisa dikatakan hampir nihil ulang tahun itu dibuatkan acara khusus yang dihadiri teman-teman. Biasanya hanya nasi kuning dan kue-kue yang dibikinkan atau dibelikan orang tua.

Saya juga berusaha menyembunyikan tanggal ulang tahun di hadapan umum dengan alasan entah kenapa. Saat sekolah sih mungkin karena menghindari kejahilan teman-teman bagi orang yang berulang tahun. Hanya beberapa saja yang tahu. Tapi ya saya juga tidak menutup-nutupi, kalau orang tahu ya tidak mengapa juga, natural aja.

Saya ingat ketika masih kuliah pernah dikejutkan pula oleh beberapa teman geng sekelas dengan siraman air dari atas tangga gedung kegiatan kemahasiswaan, diberi kado pula. Bayangkan, waktu itu saya sedang mengepalai organisasi kerohanian tingkat fakultas, ternyata kawan-kawan “berani-berani”-nya melakukan itu… Hehehe. Dan waktu itu “kikuk”nya juga lumayan, walaupun segera mencair karena mereka juga teman-teman terakrab di kelas.

Mungkin karena terlalu lama “steril” dari perayaan ulang tahun itulah, jadilah saya merasa “kikuk” lagi hari ini. Senang dan terharu, tapi bingung mengekspresikannya dan mau bilang apa. Jadinya muka datar ketawa-ketiwi aja.

Terima kasih banyak buat teman-teman, terutama dalam konteks kue ulang tahun ini adalah “mafia,” yang mengingatkan saya bahwa usia sebenarnya sedang berkurang, seperti melelehnya lilin yang ditiup di atas kue itu #halaaah #sokfilosofis.

Image