Seorang Sarjana Bertanya, Lima Orang Doktor Menjawab

by Fadhli

Jadi ceritanya, hari ini saya mengikuti pertemuan awalan dalam rangkaian sebuah konferensi yang diadakan di negara tetangga. Pertemuan ini mengumpulkan berbagai pimpinan universitas-universitas berbasis kesehatan dari Asia Tenggara, Afrika dan beberapa dari Amerika Serikat.

Dari sebelum berangkat kemarin, saya sudah merasa minder karena dari daftar delegasi Indonesia, cuma saya yang bergelar “Mr” dengan posisi dan afiliasi yang “ga jelas.”  Dan nyatanya itu memang benar. Coba bandingkan yang no. 4 dengan yang lain.

Untitled-1

Dalam pertemuan ini, memang saya bukan diundang berdasarkan keahlian dan pengalaman, juga posisi seperti delegasi lain. Oleh karena itu kadang saya merasa ga ada teman ngobrol juga yang sepantaran, rata-rata peserta lain minimal sudah bergelar doktor.

Saya diundang ke pertemuan ini sebagai hadiah karena logo yang saya rancang terpilih menjadi logo South-East Asia One-Health University Network (SEAOHUN) (kisah penetapannya bisa dibaca di bagian akhir dalam tautan ini). Logonya ada di gambar ini, sebelah kanan atas.

Kiri - Kanan: Prof. Ali Ghufron Mukti (Chairman of SEAOHUN, Wamenkes RI); Prof. William Bazeyo (Principal Investigator of OHCEA [One Health of Central and Eastern Afrika]); Dr. Dennis Carroll (Direktur Pandemic Influenza and Other Emerging Threats Program, USAID)

Kiri – Kanan: Prof. Ali Ghufron Mukti (Chairman of SEAOHUN, Wamenkes RI); Prof. William Bazeyo (Principal Investigator of OHCEA [One Health of Central and Eastern Africa]); Dr. Dennis Carroll (Director of Pandemic Influenza and Other Emerging Threats Program, USAID)

Tentu saja ini merupakan kesempatan untuk belajar banyak, jangan mentang-mentang hanya karena logo, substansi konsep keilmuannya ga saya dapat walau sedikit. Akhirnya setelah dag-dig-dug antara malu dan tegang berbicara di depan para doktor dan profesor. Saat diskusi dibuka pada sesi itu, hanya saya satu-satunya peserta yang mengangkat tangan.

Strateginya, biar dimaklumi orang-orang karena khawatir pertanyaan saya “cupu,” saya perkenalkan dirinya begini, “I am the one who designed that logo,” (orang-orang tepuk tangan), “and maybe I am the youngest delegate here” (orang-orang ketawa), “So i keen to learn and listen more here.” Saya lanjutkan dengan dua pertanyaan singkat mengenai sesuatu yang belum ditanyakan peserta sebelumnya yaitu terkait dengan agenda pembangunan pasca-2015, dan tantangan-tantangan apa yang dihadapi oleh jaringan “One Health” baik di Asia Tenggara maupun Afrika.

Tanpa dinyana, pertanyaan yang saya ajukan, yang saya kira “cupu” itu dibahas panjang dan cukup serius walau disertai humor. Dr. Dennis Carroll menjawab dengan, “If you claim you are the youngest here, maybe I am the oldest” (orang-orang ketawa). Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Ali Ghufron juga bilang bahwa pertanyaannya saya genuine. Afrika bahkan mengirimkan 2 orang lain selain Prof. Wiliam Bazeyo untuk menjawab: Dr. Kabagambe Rugamba (Program Manager OHCEA), dan satu lagi yang saya lupa.

Di sela-sela perwakilan Afrika menjelaskan, saya mendengar Wamenkes yang duduk persis depan saya bisik-bisik kepada peserta lain, “Questions from one person, answered by 5 persons…” Hingga sesi itu selesai, tidak ada pertanyaan lain karena waktunya tidak mencukupi.

Di akhir sesi sebelum rehat, fasilitator pertemuan bilang, “Although you are the youngest here, your questions bring long conversation, I congratulate you.” Jujur, saya cukup bangga saat itu, walau hanya bergelar “Mr.”😀