(#BukanPuisi) Ditinggal

by Fadhli

Saya tahu ini bukan masalah kaya atau miskin

jikapun saya menyalahkan harga “kedudukan” yang dimiliki

mentang-mentang “murah”, lalu ditinggal

 

Saya mengerti ini masalah kesiapan menjemput jadwal

Siapa yang siap, dia yang akan berjodoh

Siapa yang telat, pasti ditinggal..

Dan saya ditinggal..

Yang membuat saya termenung sambil berbaring

tak peduli di dekat mihrab tempat bersujud orang-orang

 

Termenung

menyalahkan diri sendiri yang menjadi penyebab

harus membayar harga yang lebih tinggi

 

Tak lama saya mencurahkan kesedihan pada kawan melalui seluler

awalnya simpati yang diberikan

Yang satu bilang “Sabar..”

Yang lain bilang “Kalau lagi kehilangan setel-lah lagu Opick yg judulnya sedekah.. membuat hati lebih adem”

“Ikhlaskan saja..”

 

Tak lama, saya tersenyum-senyum sendiri

membaca simpati yang berbalik menjadi caci

“kasian sekali hidup anda, dodooool.. dodoooool..”

“disuruh belajar sabar sama syukur tuuh.. bukan belajar ngapalin eyang subur”

 

Hidup, hidup, kabur sudah antara sedih dan lucu

Yang penting, nikmatilah..

DItulis karena ketinggalan pesawat promo murah di Makassar karena kesalahan melihat jadwal, lalu terlunta di musholla bandara menunggu jadwal berikutnya dari maskapai lain setelah membayar lebih dari tiga kali harga promo pp.. hahaha. Ga apa-apa, tetap bisa menjadi bahan jumawa bahwa saya akhirnya pernah duduk dan terbang dengan maskapai: Garuda, Citilink, Lion Air, Airasia, Batavia, Singapore Airlines, Silk Air, Jetstar, Cebu Pacific.