Buku Motivasi untuk (tidak) Selalu Sukses

by Fadhli

Jalan-jalan ke toko buku semakin banyak ya buku-buku yang dipamerkan tentang motivasi. Yang terbaru saya lihat ada buku inspirational quotes dengan sampul dan bentuk buku yang menyerupai mata uang Dollar Amerika Serikat. Kesan yang terlintas sesaat setelah melihatnya, “ooohh, materi lagi, materi lagi.. Hidup demi pencapaian materi. Meraih sekian dollar dan dollar dalam usia muda..

Di barisan rak yang lain ada buku yang judulnya secara eksplisit menulis “Anti-Bangkrut” dalam usaha. Kemudian saya mengamini adik saya yang juga komentar tentang buku itu, “Wah, saya juga tahu isi bukunya, itu mah gampang: ga usah buka usaha, niscaya tidak akan bangkrut.”

Di barisan rak yang lain ada buku yang sub-judulnya bertuliskan: dalam waktu sekian menit anda bisa menentukan potensi rezeki anda. Untung masih ada kata “potensi”-nya, kalau ga ada, saya bisa nyeletuk, “Bahaya tuh buku, mengambil kekuasaan Tuhan yang Menentukan Rezeki” 

Mungkin saya tidak adil karena melanggar pepatah, “Don’t judge a book by its cover,” karena saya belum membaca isi buku semuanya. Bisa jadi penilaian saya salah. Tapi ya bagaimana lagi, saya ga tertarik.

Kesan yang timbul dari judul-judul itu buat saya mewakili keinginan untuk meraih kesuksesan dalam waktu instan, dan pasti bisa diraih. Anti-bangkrut misalnya, jelas melanggar fitrah manusia menurut saya. Bukankah penulisnya menurut saya orang yang lebih hafal dan paham bahwa manusia ini hidup di dunia untuk diuji dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan jiwa, pangan? Pasti ada saatnya seperti itu.

Membuka jalan kesuksesan dalam sekian langkah, atau sekian hari, bahkan menit, juga terkesan instan. Padahal orang yang menulis mengakui sendiri bahwa pengalamannya mencapai kesuksesan itu berliku, bersusah-payah, bekerja keras. Memang harus seperti itu. Dan mereka yang mendasarkan mimpinya pada sekedar pencapaian materi juga pasti tahu betul dan menyatakan bahwa materi bukan satu-satunya penentu kebahagiaan.

Entahlah, ada pengaruhnya atau tidak buku-buku itu pada konstruksi sosial masyarakat kita, untuk menjadi serba instan, kaya secara materi, dan hidup sukses selamanya, dan yang tidak begitu dikatakan tidak sukses. Dan bayangkan jika yang seperti itu semakin meluber untuk generasi ke depan.