Kepada Alam..

by Fadhli

Setelah kepada Tuhan,
mungkin alam tempat yang damai untuk menumpahkan segala penat
walaupun kita tidak berucap

biar rumput, pohon, sungai, danau, dan langit
menampung duka dan lara yang sedang mendera
walaupun mereka tidak akan menjawab

sehijau mata memandang, sebiru langit membentang
seluas itulah tempat masalah bisa kita lepaskan
bersama menguapnya keringat

Alam yang liar kadang terasa lebih tenteram
daripada berdiam di sekeliling manusia
yang tidak lagi jinak dengan ego, ambisi, dan keangkuhannya

Hujan yang mengguyur pun terasa lebih segar
daripada bernaung dalam bangunan-bangunan megah
tetapi penuh dengan ketidaknyamanan dan permusuhan

Nyanyian binatang yang bersahutan adalah seni terindah
daripada hiruk-pikuk musik membahana
demi popularitas, harta, dan tren semata

Malam dengan bulan benderang dan bintang-gemintang
sinarnya menentramkam
daripada sinar-sinar buatan yang dimanfaatkan untuk pencitraan semu manusia

Terima kasih Tuhan
masih Kauberikan kesukaan akan hal ini
untuk belajar tenang dan damai dari makhluk-makhlukMu yang lain

semoga selain tempat membuang penat
mereka akan memberikan energi baru
untuk kembali ke pergulatan dunia yang fana ini