Tumpukan “Hutang” 2013

by Fadhli

Masuk tahun 2014, orang mah pada nulis tentang resolusi, saya mau nulis tentang “hutang-hutang” yang kudu dilunasi.

Pendahuluan dulu. Dahulu kala, waktu masih semester 1 dan 2 kuliah (S1) saya masih rajin nyatetin judul buku yang dibaca, kira-kira waktu itu habis lebih dari 40 judul buku dalam setahun. Rekor tercepat mungkin baca bukunya Dan Brown, terjemahan Angels and Demons yang lumayan tebal, kurang dari 24 jam.

Waktu tahun pertama itu, mungkin karena euforia nemu perpustakaan besar di kampus dan banyak koleksinya (dibandingkan waktu SMA), jadi maksimalin terus jumlah pinjemannya, ditambah waktu berorganisasi masih kurang, akhir pekan sambil santai ya baca di kamar. Oh ya, jumlah bacaan itu sebenarnya cuma dibaca aja ya, saya kebanyakan juga “berjuang” cukup keras untuk memahami apa isi bukunya, hhe. Cuma melatih kebiasaan aja.

Tapi setelah satu tahun kuliah, kayaknya saya rasakan hal itu mulai berkurang. Aktivitas akademik dan non-akademik mulai menyita perhatian. Catat-mencatat judul buku yang dibaca sudah tidak lagi dilakukan.

Lulus kuliah, seperti awal kebangkitan lagi untuk membaca, walaupun kayaknya intensitas masih kurang. Yang jelas hal itu dikarenakan sudah ga bisa pinjam banyak secara gratis, alias harus beli. Tapi parahnya, kalau beli saya suka “kalap.” Apalagi kalau nemu yang diskon-diskon, tadinya ga ada di pikiran untuk beli bisa beli tiba-tiba aja.

Nah, dari kebiasaan kalap inilah muncul “hutang-hutang” yang belum saya selesaikan. Hutang yang dimaksud adalah buku-buku yang belum selesai dibaca walaupun sudah bertengger di rak lama. Berikut adalah daftarnya:

"Hutang" yang belum terbayar

“Hutang” yang belum terbayar

1. Petualangan Ibnu Battuta, merupakan risalah perjalanan yang dilakukan oleh petualang Muslim abad ke-14 dari Timur Tengah bernama lengkap Abu ‘Abdailah Ibnu Battuta yang konon telah mencapai Nusantara juga. Dikompilasi dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Ross E. Dunn. Buku yang di tangan saya adalah terjemahan Bahasa Indonesianya.

2. Your Journey To Be The Ultimate You, ditulis oleh Rene Suhardono. Merupakan pemberian seorang teman. Konon berguna untuk menentukan passion kita. Agaknya cukup terlambat dibaca oleh saya yang sudah lebih dari seperempat abad hidup. Tetapi akan tetap saya baca.

3. Blue Gold: Perampasan dan Komersialisasi Sumber Daya Air, Maude Barlow dan Tony Clarke. Buku ini berkisar mengenai permasalahan “emas biru” alias air di muka bumi ini. Tentang kelangkaan, privatisasi, dan berbagai isu terkait lainnya. Cocok jadi bacaan newbie macam saya yang kuliah di jurusan ilmu lingkungan.

4. The End of Poverty: Economic Possibilities for Our Time, ditulis oleh Jeffrey D. Sachs, salah seorang penasehat Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai pembangunan. Awalnya mau dibaca serangkai dengan buku yang disebut sebagai anti-tesisnya yaitu Poor Economics oleh Abhijit V. Banerjee dan Esther Duflo. Tapi malah buku Poor Economics dulu yang dibaca, termotivasi karena sudah sempet ketemu penulisnya, Dr. Banerjee.

5. Making Globalization Work: Menyiasati Globalisasi Menuju Dunia yang Lebih Adil, oleh Joseph E. Stiglitz (pemenang Nobel bidang ekonomi). Buku lama sebenarnya, hanya baru bisa saya beli karena diskon. Tentang kritik penulisnya yang mantan senior juga di lembaga keuangan internasional terhadap globalisasi, terutama tentang keadilannya bagi dunia ketiga.

6. Graphic Design Theory: Reading from the field (terjemahan). Penulisnya Helen Amstrong dan Ellen Lupton. Membahas mengenai desain grafis dari sisi historis dan filosofis, kebanyakan bukan masalah teknisnya.

7. Pengantar Desain Komunikasi Visual oleh Adi Kusrianto. Ini juga untuk menambah pengetahuan tentang salah satu hobi saya untuk mendesain amatiran, dilengkapi juga dengan teknis-teknisnya.

8. Asia Future Shock (terjemahan). Buku ini ditulis oleh Michael Backman mengenai pertumbuhan negara-negara Asia dengan ekonominya yang menggeliat seperti Cina, Singapura, India, dan beberapa daerah lainnya.

9. Mengapa Saya Menjadi Sangat Sibuk dan Lelah?! Ditulis oleh V. Burton untuk memberikan tips-tips mengelola hidup yang penuh tekanan kerja dan waktu yang sempit agar tidak kehilangan banyak energi dan kebahagiaan.

10. Demokrasi: Ekspor Amerika Paling Mematikan. Ditulis oleh mantan birokrat senior AS bidang urusan luar negeri mengenai kritiknya terhadap konsep demokrasi yang berstandar ganda, terutama di negeri-negeri yang menjadi “rival” AS dan yang diintervensi dengan aksi militer di banyak negara Timur Tengah.

11. Roda Berputar Dunia Bergulir: Kognisi Baru Tentang Timbul Tenggelamnya Sivilisasi. Ditulis oleh salah seorang Guru Besar (Allahu yarham) tempat saya menuntut ilmu sekarang: Prof. Herman Soewardi. Ini sebenarnya bahan bacaan kuliah Filsafat Ilmu semester lalu, tapi biasa, namanya mahasiswa yang lebih didahulukan adalah membaca slide sebelum bahan lengkapnya, hhe.

12. Perlindungan Lingkungan: Sebuah Perspektif dan Spiritualitas Islam. Ditulis oleh salah seorang dosen juga: Sunardi, Ph.D, merupakan bahan bacaan kuliah Filsafat Lingkungan yang sama seperti kasus buku nomor 11 dalam hal pembacaannya, hhe, walaupun dapat dengan percuma alias dikasih gratis.

13. A History of Natural Philosophy: Filsafat Alam oleh Edward Grant. Tertarik aja beli karena ini basic mengenai alam dan lingkungan, bidang akademik yang coba saya geluti sekarang.

14.  The Greatness of Al-Andalus. Itu adalah judul terjemahannya, sebenarnya buku aslinya God Crucible: Islam and the Making of Europe, 570 – 1215. Buku ini ditulis oleh David Levering Lewis, pemenang Piala Pulitzer, mengenai sejarah dan kontibusi Islam dalam perkembangan kebudayaan Eropa.

Kayaknya tahun ini, kalo selesai baca ini aja, udah bersyukur, karena ketebalannya lumayan-lumayan, mungkin per buku bisa sampe setengah ribu. Dan semoga ga terjadi kekalapan beli buku tahun ini, karena nampaknya tahun ini juga harus jadi tahun penghematan.

Salam pustaka🙂