Sehari ke Pulau Kelor Cipir Onrust

by Fadhli

Melihat iklan salah satu agen wisata online yang menawarkan perjalanan sehari ke tiga pulau di area Kepulauan Seribu DKI, saya tertarik. Faktor utamanya karena harganya yang relatif murah: 84 ribu rupiah. Maka saya woro-woro sekitar tiga pekan sebelum perjalanan untuk narik sewa (bakat jadi kenek, keturunan Medan, Bah! :)) Maka dapat penumpang yang kalo dikonversi ke angkot udah bisa carter 2 angkot, dengan komposisi 4 kiri, 6 kanan, 2 kursi artis yang nempel di pintu, 2 depan, 1 ngegantung (khas angkot yang ga mau rugi). Dua angkot = 30 orang. Oke, ini bukan tentang angkot ya🙂

Saya berangkat bersama 3 orang kawan sekelas di kampus dari Bandung, Jumat 28 Februari, malam. Menumpang nginep di rumah teman cewek bagi yang cewek, dan di kostan orang-orang tua bagi yang cowok, Sabtu pagi-pagi kami sudah harus berangkat lagi. Agak telat dikit sebab ada sopir yang mandinya telat karena keran airnya mati dan kudu numpang mandi di kostan lain.

Mobil yang saya tumpangi bersama 3 kawan sekelas itu sempat berhenti di jalan tol, daerah pancoran karena bannya robek samping. Alhamdulillah pas di belakang kita ada unit reaksi cepat Jasa Marga yang membantu kelancaran penggantian ban serep, dengan bayaran seikhlasnya🙂. Dengan demikian saya masih bisa sampai tepat pada waktunya.

Sampai di dermaga Muara Kamal, Jakarta Barat kami menunggu pasukan lengkap. Yang ternyata jadi ikut 24 orang, 2 orang mengganti hari, yang lain batal. Kami diberi satu kapal khusus dari tiga kapal wisata yang berangkat, jadi ekslusif gitu kan lumayan enak🙂

Tujuan pertama adalah Pulau Kelor dengan Benteng Martello-nya yang terkenal sebagai tempat pengawasan dan pertahanan arus masuk keluar kapal dari dan menuju Batavia. Apalagi setelah dilangsungkannya pernikahan selebriti Atiqah Hasiolan dan Rio Dewanto. Konon dari operator wisata saya dengar, pulau ini juga dipercantik untuk acara tersebut. Dermaga yang tadinya dari kayu-kayu sudah diganti dengan semen. Ritual kami di setiap pulau kali ini adalah berfoto seluruh tim terlebih dahulu sebelum bebas menyebar masing-masing. Berikut Pulau Kelor.

Foto Kumplit di Papan Pulau

Foto Kumplit di Papan Pulau

Pantai Pulau Kelor

Pantai Pulau Kelor

Pintu Benteng Martello

Pintu Benteng Martello

Dalam Benteng

Dalam Benteng

Bergaya di Jendela Benteng

Bergaya di Jendela Benteng

Bergaya di atas dan jendela

Bergaya di atas dan jendela

Di atas Benteng (berbahaya, jangan ditiru! :))

Di atas Benteng (berbahaya, jangan ditiru! :))

Tujuan selanjutnya adalah Pulau Cipir. Pulau ini disebut juga dengan Pulau Khayangan, konon karena berdekatan dengan Pulau Bidadari. Bidadari kan berasal dari Khayangan menurut legenda-legenda🙂. Dalam sejarah, peruntukannya adalah sebagai rumah sakit karantina haji zaman penjajahan Belanda dulu.

Foto Kumplit di Plang Pulau

Kanopi Tumbuhan di dekat Tanggul

Kanopi Tumbuhan di dekat Tanggul

Ujung Tanggul Pulau

Ujung Tanggul Pulau

Dan yang terakhir, adalah menuju Pulau Onrust yang peruntukannya bermacam-macam dahulu, sebagai gudang rempah, sebagai rumah sakit juga, dan di sana terdapat komplek pemakaman baik orang Belanda maupun pribumi. Tempat ini sekaligus menjadi tujuan terakhir, seblum akhirnya kami makan siang dan sholat di sini, kemudian kembali menuju Muara Kamal, dan kembali ke Jakarta.

6

Sesudah dari sini saya bersama 3 kawan kampus melanjutkan dulu perjalanan ke Kota Tua Jakarta, dan macetnya ampuuun. Sampai di Kota Tua kami istirahat, makan, ngaso-ngaso, sebelum akhirnya pulang kembali ke Depok.

Terima kasih semuanya…! Semoga perjalanannnya bermanfaat dan makin bikin penasaran untuk terus mengelilingi bumi🙂