Jika Benar-Benar…

by Fadhli

Saya ditanya oleh kawan yang dia bisa dikategorikan anti-pacaran, tentang bagaimana menghindari pikiran-pikiran tentang seseorang (perempuan) yang disukai kalau karena satu dan lain hal belum bisa menikah.

Et dah nanyanya koq ke saya. Bukannya nanya kepada penulis-penulis dan motivator cinta sana. Hhe.

Tapi baiklah, katanya baik kalau orang meminta saran dan kita beri. Ini cuma pendapat saya lho. Secara teknis saya bilang ya sabar lah bro sama perbanyak kegiatan yang ngalihin perhatian.

Tapi secara idealis #halah, saya cuma sampaikan bahwa saya jika mengalami hal serupa akan mengingatkan diri sendiri, “Jika benar-benar cinta harusnya kita pelihara kesuciannya dan jaga kehormatannya sejak dari alam pikiran dan perasaan…”

Bukan apa-apa broo, lagian nanti juga belon tentu jadinya sama dia. Hehehe. Kalo orang Batak bilang, “Hidup keras, Cok! Jangan lembek kau sama yang begituan…”🙂