Mengatur Nafas

by Fadhli

Sudah lama saya tidak rutin bermain futsal, mungkin sekitar satu semesteran. Dalam jangka itu, paling saya bermain hanya 4 atau lima kali. Sebelum itu, selama 1-2 tahunan hampir setiap pekan sekali.

Kerasa banget bedanya sama olahraga lain yang saya bisa: lari lambat alias jogging. Tiga puluh menit ga berhenti masih lumayan kuat walaupun sebelumnya udah lama ga lari. Mungkin karena temponya konsisten, dan lambat, tidak cepat seperti futsal.

Pas kompetisi futsal beberapa waktu lalu, saya sempat menawar lama pertandingan yang dipersingkat panitia, saya usul diperpanjang dikit lagi, supaya ga jauh dari standar asli. Eh, pas turun ke lapangan, lima menit aja udah ngos-ngosan. Sama seperti main terakhir kemarin, lumayan kerasa banget capeknya.

Karena memang futsal menurut saya menuntut mobilitas yang tinggi. Lapangan yang sempit, orangnya banyak (apalagi kalau yang maen serius-serius macam atlet :)) harus pintar mencari celah yang ga dijaga, atau maju ketika menyerang dan mundur dengan segera jika balik diserang lawan. Apalagi posisi saya suka ga jelas di lapangan, hhe… ya posisi awal sih di tengah sampai ke depan tapi kalau udah maen puter sana puter sini, sampai beberapa kali orang menjuluki saya “Eto’o” (sekarang penyerang Chelsea asal Kamerun yang mungkin maennya juga ke sana ke mari, tapi tetep jago sih :p). Nafas jadi mudah tersengal ga diatur.

Apalagi kalau udah dapet kesempatan cetak gol tapi gagal entah karena dihalau kiper atau tendangannya melenceng, suka kelepasan teriak kesel “Ahhhh!!” sambil nendang udara, padahal itu kayaknya ngabisin energi juga. Dulu juga sering teriak-teriak kalau minta operan, “Woi, woi, sini, sini!!” tapi kayaknya lebih hemat energi kalau pake isyarat tangan aja supaya dilirik teman yang lagi bawa bola.

Dalam hal mengatur nafas ini ya jalannya kayaknya emang stamina kita yang mesti diperkuat, atau memang tempo permainan diperlambat sedikit dengan banyakin operan daripada bawa bola. Atur-atur posisi juga biar efektif sama efisien permainannya.

Sama kayak aktivitas lain lah dalam hidup, ada yang butuh konsistensi walau lambat, ada yang butuh tempo cepat, dan masing-masing ada strateginya supaya kita ga cepet kecapean.