Rahasia Pendakian Kami

by Fadhli

Tiga puncak gunung api tertinggi Indonesia (Kerinci 3805 mdpl, Rinjani 3762 mdpl, Semeru 3676 mdpl) alhamdulillah tercapai dalam waktu kurang dari 1 tahun. Saya bukan anak gunung, ga ikut organisasi pecinta alam, petualang, atau die hard traveler. Uang pas-pasan dan makan tabungan (tapi ga sampe minta ortu), navigasi berdasar catatan perjalanan orang lain saja, peralatan ya lumayan tapi bukan yang keren-keren amat, kadang lebih suka sandal jepitan di trek.

Di antara 3 gunung itu, saya pernah benar-benar mendaki puncak sendiri di gelapnya malam, Kerinci. Dua lainnya bersama kawan-kawan. Masing-masing punya sensasi sendiri.

Untuk yang terakhir, Rinjani, saya berjalan bersama kawan yang hebat. Kami semua amatir (jika ukurannya jumlah gunung dan ikut organisasi pro/tidak) tapi berhasil melalui rintangan, bukan hanya saat dinamika perjalanan melalui jalur Torean yang tidak biasa dilalui pendaki lain, ada yang sempat sakit perut, sakit kepala, kedinginan, tetapi juga lika-liku sebelum keberangkatan yang bikin mood sebagian kami naik turun.

Dan dari kesemuanya, saya percaya perkataan pencapai Gunung Everest pertama, Edmund Hillary kira-kira begini: “Kamu ga harus jadi jagoan untuk mencapai hal-hal besar, untuk bersaing. jadilah orang biasa, tapi penuhi motivasi untuk mencapai tujuan-tujuan yang menantang

Yang lainnya adalah saling memahami dan menghibur, ga ada keluhan, ga ada ungkapan kekecewaan. maka perjalanan kami adalah perjalanan yang riangnya lebih banyak daripada capeknya raga. Capeknya jiwa akan melemahkan raga, tapi riangnya jiwa akan mengangkat semangat walau raga sudah hampir ga berdaya.