Balada Kurus dan Gondrong

by Fadhli

Belakangan kalau saya update foto profil di akun media sosial ga sedikit yang kasih komentar semacam, “Kurus banget,” “Gondrong,” dan sejenisnya. Kalau ketemu orang yang sudah lama tidak jumpa juga begitu. Pernah di satu undangan, ada kali tiga sampai lima orang yang bilang demikian.

Sungguh ini bukan pencitraan apalagi caper. Haha. Untuk gondrong sebenarnya saya sudah mau coba dari dulu. Selepas Ujian Akhir SMA, dalam masa tes SPMB dan menunggu hasilnya saya sudah berusaha gondrong sampai leher belakang tertutup rambut. Namun setelah mulai kuliah, kembali dicukur dan setiap hampir gondrong dicukur lagi.

Setelah lulus saya coba lagi gondrong. Di foto paspor, rambut saya lumayan panjang. Namun setelah masuk kerja di instansi, panjangnya rambut tetap menjadi ukuran kerapihan.

Sekarang, aturan akademik tidak menghalangi, jadi saya mau gondrong. Coba aja sampai seberapa nyaman, mungkin tidak akan lama. Walaupun jika mengikuti apa yang diajarkan di kampus, mungkin rambut gondrong kurang eco-friendly karena water-footprint (jumlah penggunaan air) banyak, begitupun shampoo dan terkadang hair-drier.

Sebelumnya, Ibu saya juga yang rajin mengingatkan agar cukur rambut kalau sudah panjang. Tapi biasa, anak laki pake jurus “he eh ntar, he eh ntar.” Lama-lama Ibu tidak bergeming. Dan malah suatu hari saya pulang dari kampus sudah ada hair-drier baru di kamar😀

Jadi, daripada komen-komen aja untuk kegondrongan ini, ikuti dong Ibu saya. Beliin sisir baru ke’, shampo anti ketome ke’, hhe. Gondrong-gondrong gini saya ga bandel-bandel amat koq, malah hobi mengaji dan mencuci sendiri😀

Untuk kurus, ya sama lah, ikutin Ayah Ibu saya kalo mau. Ga pernah tuh bilang-bilang, “Iih kamu kurus amaaat,” apalagi pake tambahan, “Belum ada yang ngurusin sih” (<- komen yang malas untuk didengar), tapi tiap pagi susu sudah terhidang, makanan ada aja, stok roti dan snack ada.

Kurus saya ini mungkin sudah dari sononya. Kurang makan banyak apalagi saya ini. Coba aja tanya teman-teman yang sering berjalan bersama saya. Cacingan? Heeumm tapi saya rajin juga tuh minum C*mbantrin enam bulan sekali.

Dan kurus-kurus begini, saya masih lumayan bisa nguli-nguli dikit, angkut-angkut barang macam porter kalo di gunung. Hehehe, ya asal pengertian jatah makan portugal alias porsi tukang gali.

Begitulah kiranya adanya😀