Ngerandom tentang Kepemimpinan

by Fadhli

Selamat pagi, salah satu waktu yang cocok buat tuang inspirasi.

Beberapa hari lalu saya mengikuti pelatihan kepemimpinan untuk suatu beasiswa. Sepulangnya, saya ingin refreshment tentang makna kepemimpinan, salah satunya dengan tonton kuliah-kuliah singkat ted.com tentang leadership, dengan mencari perspektif yang berbeda.

Langsung saja pada hipotesis-hipotesis yang saya renungkan ya:

1. Saya tidak yakin bahwa kepemimpinan bisa dibentuk dalam waktu instan, hanya dengan sepekan, dua pekan, bahkan sebulan pun belum cukup sekalipun dengan program pelatihan yang sangat hebat. Hal itu karena kepemimpinan adalah karakter, karakter adalah kebiasaan yang melekat, sementara kebiasaan tumbuh dan dibentuk dari pengalaman. Karakter juga berkaitan dengan afeksi, intuisi, dan praktik langsung di lapangan, sementara pelatihan-pelatihan biasanya hanya menyasar sisi kognitif. Tentu saja pelatihan ada gunanya, jika itu bisa memacu dan menumbuhkan semangat kepemimpinan yang dilatih dan dipraktikkan pasca itu. 

2. Kepemimpinan itu umumnya dikaitkan dengan sesuatu yang besar, dan posisi yang tinggi. Tetapi saya lebih sependapat dengan Drew Dudley, yang mengatakan justru kepemimpinan bisa jadi sesuatu yang tidak terlihat, saking sudah melekatnya sebagai keseharian (everyday leadership), hingga suatu hari ada orang yang berterima kasih pada diri kita karena aksi “kepemimpinan” yang tidak disadari sekalipun sekedar memberi permen untuk seseorang dan itu menjadi momen berharga baginya karena dengan permen itu seseorang menjadi senang dan terinspirasi.

3. Karena berkaitan dengan karakter, maka kepemimpinan itu wibawanya tidak bisa dibuat-buat. John Wooden mengatakan bahwa “Your reputation is what you are perceived to be; your character is what you really are. And I think the character is much more important than what you are perceived to be.” Orang-orang dengan karakter kuatlah yang membuat orang lain mengikutinya karena memang rela (want to follow) dan bukan dipaksakan (have to follow). Penting dicatat, bahwa karakter kuat bukanlah semata-mata mendominasi, terhebat, terdepan, tetapi lebih pada kemampuan mengayomi, sensitif membaca situasi, responsif, sekalipun harus berada di belakang.

4. Kepemimpinan belum akan teruji hingga sampai pada: momen-momen tersulit yang dihadapi bersama anggotanya dan bagaimana bertanggung jawab menyelesaikannya; menghadapi dan menghargai perbedaan dan bagaimana menyatukan tujuan; kondisi marah dan bagaimana sikapnya setelah itu terhadap orang yang berkonflik dengannya; perjalanan jauh dan bagaimana kesabarannya menanggung beban; dan pada transaksi keuangan dan bagaimana menahan dirinya.

5. Dari sejarah orang-orang besar, kepemimpinan juga berarti keberanian membawa hal yang baru bagi orang-orang sekitarnya dengan tujuan yang baik, walaupun akan menghadapi guncangan-guncangan pada awalnya, dan justru dapat membuktikan apa yang dibawanya adalah baik di kemudian hari.

Demikian refleksi random di pagi hari ini…

Selamat beraktivitas😀