Mencari Kesusahan

by Fadhli

Carilah “kesusahan-kesusahan” hidup untuk tetap menjaga semangat aktivisme dan keluar dari zona nyaman anda, entah bagaimana caranya, mendaki gunung, atau bergabung dengan klub-klub mahasiswa” Sudirman Said, Direktur PT Pindad

Mari berjalan (sendiri jika perlu sewaktu-waktu) sehingga bertemu dengan kebingungan mencari jalan, mengisi top-up kartu langganan kereta, bingung tapping masuk dan hampir ga tapping pas keluar kereta yang bisa didenda jika terjadi, bingung dengan bahasa yang terpampang di produk-produk supermarket, bingung dengan jurusan bus atau tram.

Ternyata jawaban dari semuanya adalah memang mencoba, mengobservasi orang lain, bertanya sesekali pada petugas. Kebanyakan hanya sekali di awal, dan selanjutnya semua kebingungan dan kecanggungan akan hilang.

Aktivitas lanjutan adalah membuat target-target yang “menyusahkan” diri tetapi rasional, baik untuk fisik (aktivitas olahraga), akal (membaca, menulis, berdiskusi, pengembangan hobi), jiwa (spiritualitas, kesabaran), dan hati (ketegaran dan… ah ga usah dibahas… :D).

Bukankah kemudahan-kemudahan itu baru datang jika ada kesulitan?