Hordeolum

by Fadhli

Seminggu di negeri orang, hordeolum kembali menyerang. Itu istilah medis nan keren saja untuk bintitan. Penyebabnya karena penyumbatan selaput untuk air mata dan keringat di kelopak akibat tertutup debu dan terlalu kering, sehingga timbul benjolan. Rasanya yaa… pedih-pedih apalagi kalau nunduk, sampe juga peningnya ke kepala. Sebenernya pedihnya ga begitu, tapi malunya itu untuk keluar kamar. Hingga ga masuk sehari orientasi😀

Mungkin karena terlalu sok jago, satu hari menantang pagi yang masih gelap saat baru selesai shubuh, jogging ke pantai. Jaraknya pergi-pulang bisa 8 kilometer, terasa kering wajah saat itu. Dilanjutkan ada orientasi setelahnya. Kemudian beberapa hari ke depannya pulang larut karena ngebolang. Sementara higiene tangan tidak terjaga, maen kucak-kucek dan sebagainya yang tidak disadari.

Saya berdoa mudah-mudahan “setahun bersama bintitan” yang hilang timbul hilang timbul tidak terjadi lagi seperti pernah saya rasakan di 2012. Saya bersyukur tahun kemarin bebas dari penyakit itu. Pada saat saya merasakannya dulu, saya sampai diinsisi (disayat kelopak matanya untuk memecahkan benjolan) di rumah sakit seingat saya tiga kali, dua kali yang saya ingat pasti. Belum lagi obat-obatnya, dengan biaya yang lumayan bikin lu manyun…😀

Ini evaluasi pertama untuk menjaga kesehatan di negeri orang.

Pejuang Ga Boleh Cengeng!