Nuansa Bola yang Berbeda

by Fadhli

Di kandang Persib, pernah nonton sekali:

> Riuh gemuruh suara Bobotoh tak kenal henti. Berbagai lagu dan yel selalu menghiasi jalannya pertandingan. Koordinator koreografi memandu gerak dan nyanyian pendukung di pagar depan. Pertandingan jadi ramai dan bisa membawa emosi.

> Jarang ditemukan pendukung tim yang bermain berada di satu tribun. Potensi rusuh. Nomor tempat duduk pada tiket tidak berfungsi.

> Fasilitas stadion tidak memadai, toilet rusak semua, air tidak ada, bahkan tempat sholat pun bau pesing dan tidak terpakai.

Di Amsterdam Arena Stadium:

> Penonton terlalu anteng dan pendiam. Bahkan pendukung tim tuan rumah kalah sorak-sorai dibanding tim pendukung lawan, yang cuma segelintir. Positifnya bisa anteng dan serius mantengin pertandingan. Tapi jadi kurang seru.

> Ga masalah ada pendukung dari tim yang  berlainan di satu tribun yang sama. Saya duduk di tempat yang mayoritas pendukung lawan, tetapi pendukung tuan rumah walaupun datang sendiri atau berdua saja tetap aman. Orang-orang ga terpancing emosi, walaupun beberapa waktu saling sorak.

> Fasilitas memadai, terutama toilet. Antri dan tertib.

> Kalau sampah, ya sama saja ternyata, di luar stadion selepas pertandingan juga banyak bekas-bekas makanan. Bedanya mungkin mereka bereskan cepat dan punya mobil penyapu.