Presentasi Pertama

by Fadhli

Rabu pekan kemarin, 10 Desember 2014 saya presentasi di kelas workshop dalam matakuliah Development: Histories, Theories and Praxes. Ini merupakan presentasi individual pertama bagi saya, tetapi juga menjadi topik pamungkas sebelum libur dan ujian nanti. Workshop adalah sebutan untuk satu sesi yang berisi diskusi kelompok dengan jumlah 13-14 orang, dipimpin oleh seorang mahasiswa, dan difasilitasi (lebih seringnya hanya dipantau) oleh asisten dosen. Topik dalam sesi workshop ini mengikuti sesi kelas kuliah besar yang biasanya diadakan setiap senin dalam aula besar. Jadi senin kemarin dosennya mengajar tentang greening development, dan hari Rabu saya memimpin diskusi workshop tentang topik yang sama.

Kita ga akan bahas kontennya, karena saya sedang menulis essay-nya (1500 kata, dikumpul 2 pekan setelah presentasi workshop). Hanya akan membahas bagaimana rasanya. Jujur saja, saya ga gugup-gugup amat. Walaupun salah seorang kawan dari negara lain sempat bilang sebelum presentasi, “Gue mau tahu apa lo baca bahan-bahannya, mungkin saya akan bertanya tentang isi bacaan nanti.” Saya senyum-senyum aja dalam hati. Gini-gini, 3 dari 4 jurnal dengan kategori Highly Recommended Further Readings for the Ambitious and Workshop Chairs sudah khatam, di luar 3 bacaan wajib (kategori required readings), ditambah setengah chapter buku dalam kategori Further Recommended Readings dan nonton film “A Dark Side of Green” sebagai tambahan pribadi.

Selasa pagi sudah saya kirimkan slides presentasi saya, di saat kebanyakan yang lain biasanya baru kirim malam hari. Selanjutnya saya masih sempat mengubah-ngubah isi slide biar tampak lebih artistik dan elegan.

Rabu pagi saya datang pertama di kelas (biasanya tepat waktu, atau telat dikit aja :)), sudah siap dan tinggal menunggu peserta datang. Presentasi pun dimulai. Cas-cis-cus-cas-cis-cus inilah yang paling dikhawatirkan: orang ngerti ga apa yang saya bicarakan?? Hahaha. Saya beruntung karena setelah diskusi dengan fasilitator diperbolehkan menampilkan 2 video yang masing-masing berdurasi 10menit, jadi bisa ngirit bicara. #taktik

Alhamdulillah, di akhir presentasi saya sebelum menampilkan video saya bertanya ke kelas, “Was that clear?” Tidak ada jawaban dan pertanyaan sih, peserta hanya mengangguk-angguk, entah benar-benar jelas atau entah karena khawatir kalau nanya juga jawabannya ga akan jelas. Hihi. Ya sudahlah. Yang penting diskusi berjalan menarik, sesekali di antara mereka debat dan distribusi pembicaraan cukup baik, hampir semua peserta berbicara, dengan sedikit tambahan dari fasilitator.

Dan karena itu adalah kelas kami terakhir, maka sesi break dipenuhi makanan hasil kontribusi kawan-kawan, bahkan bersisa dan sempat dibawa pulang. Tentu saja selain makanan, pe-er mengerjakan essay dan bahan ujian dari sesi 1 sampai 14 juga dibawa pulang. Tetap semangat!

😀