Carilah Hikmah Walaupun di Toilet

by Fadhli

Di sebagian kalangan kawan, terutama yang sering jalan bareng berhari-hari, mungkin tahu bahwa saya suka lama di toilet. Mungkin 30 menit, bisa 45 sampai 60 menit jika digabung dengan mandi dan dandan😀 Saya juga kadang kesal sendiri, karena kadang suka bikin urusan jadi telat. Tapi bagaimana lagi, urusan perut ya susah juga komprominya.

Maaf ya kalau njiji’i bahasannya😀 Bukan itu fokusnya. Fokusnya adalah bagaimana agar hal ini tidak mengganggu. Pertama, atur strategi waktu. Karena jam biologisnya relatif tetap, maka harusnya bisa memperhitungkan waktu, terutama sebelum ada urusan penting. Kedua, jika jalan-jalan yang mempergunakan toilet ramai-ramai, maka harus siap-siap bangun lebih pagi dari yang lain, hingga bisa tenang menghindari peak time yang bisa menyebabkan digedor-gedor orang. Waktu jalan-jalan rombongan kemarin ke beberapa negara, saya berhasil melaksanakannya dengan cukup mulus😀

Kedua, selain agar tidak mengganggu, juga bagaimana agar hal ini berbalik jadi bermanfaat. Maka, saya seringkali (sok) berpikir di toilet. Contohnya, jika ada kelas diskusi pagi dan saya belum tahu apa yang akan dibicarakan atau bagaimana menyusun strukturnya, maka toilet adalah tempat paling sering mencari “wangsit.” Latihan presentasi dan spik-spik juga di toilet. Keputusan saya untuk berangkat ke negeri jauh juga salah satunya dipikirkan di toilet. Setelah sampai di sini, bahkan dalam salah satu diskusi sebagai calon ketua umum organisasi pelajar di sini (yang pada akhirnya tidak terpilih), saya ditanya “Apa kelemahan Anda? yang namun dengan kelemahan itu bisa berbalik saya menjadi keuntungan?” Dengan yakin saya menjawab, “Saya ini orang yang suka lama di kamar mandi, tapi hasilnya ya lumayan lah, ini visi misi program yang saya usung juga lahir dari sana.” Grrrrrr, audiens pun tertawa, padahal saya cukup serius itu menjawabnya.

Toilet, sekalipun sering dianggap tempat jorok, namun tetap bisa dimanfaatkan toh, walaupun kalau terlalu lama di dalamnya juga tidak baik. Kemarin sempat bertamu ke rumah dosen — dengan ciri khas rumah di sini toiletnya terpisah pintu dengan ruang mandi — di dalam toiletnya justru banyak terdapat buku. Menarik juga, sehingga waktu bengong bisa dimanfaatkan memasukkan wawasan ke otak daripada hanya mengeluarkan isi perut.

Mari mencari hikmah di mana saja!

😀