Overload?

by Fadhli

Sepekan kemarin rasanya luar biasa. Beban yang menimpa ubun-ubun untuk pertama kali. Mau ditulis di sini juga sebenernya masih agak enek dan sudah ditaruh sebagai draft berhari-hari. Yang paling vital adalah karena dua ujian (di dua hari terpisah) dan batas akhir tugas makalah. Dua hal ini, terutama makalah, plus satu hal lain di luar akademis, membuat saya malas jalan-jalan selama libur dua pekan. Maklum sebagai pemain “papan bawah” yang harus bekerja ekstra untuk dapat memahami sebuah jurnal saja :D

Pekan sebelumnya, saya lebih fokus di makalah karena suka merasa tanggung kalau sudah mulai, daripada pikiran terpecah-pecah nantinya. Sampai H-2 sebelum ujian target saya setidaknya 2/3 bagian makalah akan selesai, kemudian berhenti sejenak dan pindah fokus ke materi ujian sampai ujian selesai, baru setelah itu menyelesaikan sisa makalah yang tinggal penutup.

Nyatanya, sampai H-2 ujian saya baru menyelesaikan 1/2 makalah. Dan terjadilah kepanikan, masih belum bisa move on dari makalah, tapi bahan-bahan ujian juga harus dibaca. Jadilah Minggu, Senin, Selasa, hari-hari panik. Minggu belajar kelompok. Minggu, Senin, mencoba membaca jurnal untuk ujian Selasa. Sangat fokus di salah satu sesi yang yakin esoknya akan keluar. Daaan… saat menerima lembar pertanyaan, langsung tersenyum kecut… zooonkk! Soal sesi yang jadi gacoan nihil. Beruntung ada soal sesi lain yang saya lumayan bisa ngecap. Dan, lumayan juga setelahnya ada nilai tugas yang diumumkan. Nilai ini akan disandingkan dengan nilai ujian tersebut (dengan proporsi 25%) dan hasilnya lumayan membanggakan (bagi saya sendiri sih, hehe).

Ujian hari kedua, sudah semakin lelah, karena energi lumayan habis di hari pertama. Tapi dalam menjawab lebih lancar, walaupun jidat sudah mengerut berlipat-lipat sambil naikin kaki ke kursi macam duduk di bangku warteg waktu nulis jawabannya. Agak shocked-nya karena saya merasa cukup menjawab 6 halaman untuk 3 soal (ga tau apalagi yang mau ditulis sih sebenarnya), dan keluar ruangan sekitar 10 menit sebelum waktu ujian habis, tapi teman-teman yang lain ada yang sampai sembilan bahkan belasan halaman, whaaaat?!

Dalam persiapan ujian-ujian itu, kalau sudah malas, saya pindah ke buku Bahasa Indonesia dulu untuk meringankan otak, nyatanya sering ketagihan. Selama masa ujian juga, 2 buku berbahasa Indonesia juga tamat sih (294 dan 170 halaman)… hahaha. Priority management kacau.

Dan belum selesai: tenggat waktu makalah dua hari setelah ujian selesai dengan target 1500 kata lagi. Ini juga bikin kudu sabar-sabar. Otak makin panas (lebay) terutama dalam singkronisasi referensi, mata kreyep-kreyep karena tidur juga segeletaknya aja, perut banyak “ditipu” aja dulu sama indomie yang dimasak di microwave (campur nasi kadang), biskuit, kopi, susu, teh bergantian dalam satu gelas yang sering ga dicuci.

Akhirnya, Jumat menjelang siang saya submit makalah. Dan: Freedom for the Weekend (I thought)! Menikmati kongkow-kongkow sebentar bersama kawan Indonesia yang tersisa, di saat yang lain sudah melanglang, ada yang ke Maroko, Italia, Spanyol. Kami jaga kandang, makan di rumah makan ‘ala Indonesia aja di sini, dan saya memesan gulai kambing (6,5 euro!)😀

Baru saja lega: weekend is coming! Tetapi saya juga diingatkan ada permintaan kawan untuk memberi review tentang aplikasi sekolahnya. Kemudian ada orang kedutaan yang menelepon untuk membantu acara dokumentasi hari Minggu nanti. Dihubungi juga di hari yang sama oleh salah satu dosen juga untuk membicarakan urusan video acara kampus nanti, walaupun belum sempat bertemu akhirnya sampai sekarang. Malam itu juga saya harus terkena hujan saat mengunjungi kawan di Utrecht dengan kejadian-kejadian kecil yang heummfh… Ketinggalan hape lah, nyasar, sepatu kerendem di jalanan yang basah, saldo kartu langganan kurang saat udah naik di atas bis dan menyebabkan harus turun.

Sabtu saya manfaatkan untuk istirahat, menjawab pertanyaan-pertanyaan kawan di Indonesia yang sempat terlewatkan baik via email ataupun WA, membantu review aplikasi sekolah kawan juga jadinya di hari ini. Kemudian belanja bahan-bahan makanan yang sudah habis. Selebihnya baca buku di kasur, yang membuat tiba-tiba terlelap beberapa kali. Hahaha. Lelah.

Tepat pada pukul 00.00 Minggu, ada yang ketok-ketok kamar, ternyata beberapa orang kawan datang membawakan kue dan kado (jaket dan sweater). Baik banget coba mereka, padahal beberapa waktu terakhir saking saya ngerem mulu di kamar, saya ga ikut acara begitu beberapa kali. Di kamar pun saya ga enak karena ga punya makanan atau minuman untuk ditawarkan, karena tadi belanjanya bahan-bahan aja, snack-snack sudah dikurangi.

Hari Minggu, masih tiduran dengan buku saja. Dan sejak siang hingga malam bergerak menghadiri acara perpisahan Ibu Duta Besar yang akan bertugas sebagai Menteri Luar Negeri ke depannya, sekaligus merekam gambar acara. Dan hari itu juga langsung begadang lagi untuk sunting dan kirim beritanya, dilanjut sunting versi arsipnya.

Dan, kuliah telah dimulai kembali…

Maaak kapan liburnya Maaaak? | Tapi ternyata, kalau dipikir-pikir alhamdulillah. Segini aja kadang saya merasa masih belum maksimal yang dikerjakan, PR ini itu masih ada yang terbengkalai. Video liputan dari 3 bulan lalu, buku-buku yang belum selesai namun sudah pindah ke buku baru.

Yang perlu dikurangi bukan kegiatannya, tapi usahanya yang ditambah, prioritasnya dibereskan, energi dan waktunya dikelola, hingga pada suatu waktu saya harus bisa merasa dan menjalani semua hari adalah sama, weekend or weekdays are the same, always fun and enjoyable!

“Dan apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, selesaikanlah urusan yang lain (segera)!”