Nasihat buat Penuntut Ilmu

by Fadhli

Membuka kembali laci lemari, ada buku saku yang saya beli tahun 2006. Satu-satunya buku (selain kamus) yang saya bawa dulu jika saja tidak dititipi satu lagi yang lain oleh seorang kawan. Kecil dan tipis (50 halaman), tidak lebih besar dari ukuran ponsel masa kini. Penulisnya sama dengan penulis buku Jangan Bersedih. Saya suka karena isinya berupa nasihat-nasihat singkat yang relevan dengan kondisi penuntut ilmu kapan pun dan di mana punDi antaranya:

Jadwalkan Waktu-waktu untuk Menyendiri!
Ada baiknya seorang penuntut ilmu memiliki waktu-waktu khusus untuk menyepi sendiri. Yakni, waktu-waktu tertentu untuk mengistirahatkan tubuh, hati dan pikirannya; menyendiri dengan Tuhannya; dan membaca buku-buku di perpustakannya. Yang demikian itu akan bisa mengembalikan semangatnya ketika berbaur kembali dengan manusia lain.

Sabar dan Bersungguh-sunggulah!
Salah seorang dari mereka yang sabar dan bersungguh-sungguh berkata:
“Sabarlah dan janganlah bosan belajar
Bencana seorang pelajar adalah kebosanan
Tidakkah kaulihat tali panjang
Di atas kerasnya batu karang namun bisa membekas”

Pesan-pesan lain juga nyesss, antara mengingatkan dan ngademin semacam “Teman Terbaik Setiap Saat Adalah Buku,” “Jangan Menonjolkan Diri di Hadapan Umum!” “Manfaatkanlah Setiap Tarikan Nafasmu,” “Jangan Menelantarkan DIri” “Banyaknya Buku Bukan Ukuran Seorang yang Berilmu” “Meminjamkan Buku” “Merapikan Perpustakaan” dan lain-lain…