Pakaian

by Fadhli

Selama ini saya menikmati menggunakan lebih banyak pakaian informal kasual (kasual di KBBI hanya diartikan: sederhana, sementara di Oxford Dictionary salah satunya berarti informal (clothes)). Dulu sekalipun bekerja di kantoranjiyeeeh kantoran, jarang sekali menggunakan kemeja yang rapih dimasukkan dengan celana “bahan” berikat pinggang kulit dan sepatu pantopel yang mengkilat.

Seringnya kemeja lengan panjang kotak-kotak, yang bagian lengannya sering juga dilipat sampai siku, bagian bawah tidak dimasukkan ke celana, dengan celana denim yang dikencangkan pinggangnya dengan sabuk yang dibeli dari toko peralatan outdoor. Sepatunya kadang sneaker, model semi-pantopel sering juga, yang tinggal leeep, tapi haknya bukan semacam hak keras di sepatu-sepatu pantopel, apalagi kewajibannya… *naon

Kalau ada pertemuan resmi, barulah gunakan pakaian resmi semacam batik, lengan panjang juga terkadang. Kalau lebih resmi lagi ya kemeja lengan panjang yang ujungnya bawahnya dimasukkan ke celana.

Sampai sekarang, ternyata pakaian kasual justru yang sering dipakai di institusi ini. Dosen-dosen yang mengajar jarang saya temui yang menggunakan pakaian resmi berjas, atau berkemeja rapih, kecuali pada beberapa acara seperti seminar yang mengundang tokoh penting. Dosen-dosen muda walaupun di acara wisuda, tetap saja banyak yang menggunakan pakaian informal seperti atasan yang ditutup sweater dan bawahan celana denim saja.

Dulu waktu ke sini saya menggunakan jas dari Jakarta, karena diminta ayah juga sih. Ga enak juga nolak terus, padahal di rumah saya udah bilang, “Ga ada yang pake jas kali jaman sekarang mah kalau kuliah, mau disamain aja kayak jaman dulu :p” Hhee. Tapi ya sejauh ini ya memang begitulah kenyataannya. Sekali-kalinya saya pakai ya itu, dari bandara di Jakarta, transit bentar di Singapura, lalu lanjut ke Amsterdam hingga asrama di Den Haag. Lalu jas ga pernah dipakai lagi, walaupun suatu saat kayaknya ada baiknya saya gunakan lagi biar ga mubazir dibawa (kalau pulang lagi?? hha).

Entah kenapa sebabnya preferensi saya ini, yang jelas sih dulu pasti gerah, apalagi kalau pakai yang slim-pet slim-pet (slim-fit maksudnya, hha kayak orang bener aja, apalagi kalau pakai minyak rambut yang tebel, padahal kayaknya bikin hidup susah gerak), terus biar ga ribet aja, bentar-bentar liat pinggang, baju keluar ga nih? ikat pinggang bener ga nih letaknya? Hha. Ya beginilah jika #malas dan #alasan berpadu. Mudah-mudahan bisa terus menikmati berpakaian ala ini.