Hari (Dapet) Buku Sedunia

by Fadhli

image

Pesan didapat siang hari waktu setempat saat nongkrong di perpustakaan. Terima kasih banyak untuk kebaikannya.

Buku itu sebetulnya sudah saya pesan di satu toko buku di sini versi Bahasa Inggris. Tapi lama sekali tidak dapat kabar hingga saya minta tolong kawan belikan saja versi Bahasa Indonesia dan kirimkan ke rumah. Suatu saat saya pulang, baru saya baca.

Eh tiba-tiba sehabis ucap terima kasih di pesan di atas, ada telepon masuk…

Penelepon: Hallo, Mr. Nasution?
Saya: Yes
P: This is American Book Center. You ordered book a month ago. Now we have it here. But it is damage. So it’s up to you, if you want to take it maybe you can get more discount, or you can wait about next one month.
S: Can I look it first?
P: Ya it’s OK you can come over to see the book
S: Then after that maybe I can decide
P: OK, no problem

Sampai kamar untuk siap-siap gowes ke toko buku ada pesan lagi dari Iril. Katanya baru sampai juga ke rumah buku tentang gerakan urban farming, yang saya pesan sebelum dijual di toko buku umum. Itu karya pertama dari organisasi urban farming terbesar di Indonesia saat ini. Lumayan bisa buat nambah bahan tesis.

Nah, sebelum gowes ke toko buku yang tadi menelepon saya, akhirnya saya mengubah pikiran untuk membatalkan pesanannya karena khawatir jadi tidak terbaca salah satunya. Tetapi saya tetap membeli judul lainnya.

Jadilah hari ini hari (dapet) buku sedunia lagi. Walaupun entah kapan dibacanya.

Dan ingatlah, kedalaman ilmu tidak bisa sekedar diukur dari banyaknya buku.