Catatan Cacat

by Fadhli

Kalau di kelas tuh entah kenapa malas menulis. Mau menulis apa yang tercantum di slide, nanti juga akan diunggah ke laman akademik, toh ujian juga tidak bisa hanya mengandalkan isi slide. Mau menulis apa yang dibicarakan dosen, juga ga akan berarti banyak di ujian kalau hanya menyalin apa yang dikatakannya tanpa analisis plus literatur. Jadi di buku catatan, seringnya saya nulis nomor kode matakuliah, tanggal, terus paling tiga hingga lima baris formalitas kalau sedang ingin.

Tidak seperti kawan-kawan lain juga yang membawa laptop, saya sama sekali ga pernah bawa ke kelas karena laptop kesayangan saya itu bermasalah dengan engselnya. Padahal selain untuk mengetik pelajaran di kelas, orang-orang juga sering cek surel, akses Facebook atau chatting. Untuk masalah ini dosen juga tahu. Tadi saat kelas presentasi, dosen duduk di belakang, sambil ketawa-tawa dia bilang, “Haa now I sit at the back, I am Facebooking, you do the presentation and you can not Facebooking because I am behind you…” Untung saja itu becanda, di kelas bebas aja sih sesekali kalau mengantuk saya juga mainkan ponsel.

Tapi lumayan, tanpa mencatat banyak ini jadi membuat saya tertantang untuk membaca dari bahannya langsung walaupun sering sulit. Apalah tipe manusia  audio atau apa saya ga ngerti, yang jelas saya sebenarnya lebih senang menonton dan mendengarkan di kelas daripada mencatat. Begitu pula menikmati kalau melihat dan (/atau hanya) mendengar video atau dokumenter.

Kalau mencatat? Ya ini seringnya di sini ini nih… Bahaya juga sih kalau tulisan di blog lancar, tapi kalau disuruh nulis essai kuliah merengut.

Tetapi setidaknya ini bisa jadi bermanfaat karena yang ditulis bagian dari konteks yang relevan dengan proses studi, dari sisi non-akademisnya. Bisa jadi dengan menulis diari akan membangun asosiasi tidak langsung dengan matakuliahnya. Misal: tulisan ini, tentang dosen yang bercanda tentang Facebooking di kelas mengingatkan saya akan kelas presentasi bertema “Negosiasi Perubahan Iklim” dengan kelompok kami memainkan peran sebagai negara Mauritius bla bla bla… dan di akhir kelas dosen bilang bahwa di ujian nanti akan ada pertanyaan tentang itu, dan lalu saya juga mengasosiasikannya segera kepada bahan bacaan sebagai antisipasi untuk menjawabnya nanti.

Jadi? Tulislah apa yang dirasa ingin ditulis… kalau di kelas ga ingin menulis, bertanggungjawablah saat ujian. Hihihi