Selintas Tulis

Tulisan Sekali Duduk..

Niat yang baik seharusnya menguatkan

Perkataan yang benar dan jujur akan memperbaiki urusan dan membawa kemaafan

Malam Minggu li[em]bur cari wangsit 2000 kata laporan, kadang di situ saya merasa sedih… iya buat Selasa sih… tapi Senin-nya juga ada tugas lain… #kopimanakopi

Mendaki gunung dalam keadaan normal bisa lebih enak dalam hal berjalan terus ke depan, walaupun pelan-pelan. Tidak seperti menyalin verbatim (KBBI: kata demi kata) wawancara yang harus kembali ke belakang jika ada yang terlewat atau ada yang kurang jelas, balik lagi, ulang lagi… Tapi dari keduanya pasti lega kalau sudah sampai ke ujung…

Mengawali malam akhir pekan yang hujan sedari siang dengan kopi kalengan (baru nemu yang enak sekalipun merknya ga begitu terkenal: Pokka), kentang goreng, hasil eksperimen bakwan jagung yang #gitudeh walaupun ga #ahsudahlah banget, dan berita penundaan tenggat waktu penyerahan tugas… Alhamdulillah…

I think everybody, especially who said and told the others about some good things or to be good, should be ready to be tested at the first time by his words… either on patience, grateful, or sincerity… and I realize that it sometime was not easy for real cases… Denial and regret often come first. But do not give up… It will just pass…

Janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang bergembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan agar dipuji dengan apa yang belum dikerjakan, maka jangan mengira bahwa mereka terlepas dari azab. Dan bagi mereka azab yang pedih” (3: 188)

Kalau sedang diuji dengan banyaknya masalah komunikasi bersama manusia, maka saatnya mundur dari kerumunan (tentu setelah urusannya diselesaikan), mungkin ini tanda harus mulai belajar menyendiri, belajar menyedikitkan urusan dan pembicaraan supaya perkataan lebih terjaga terhadap perasaan banyak orang dan memperbanyak komunikasi pada Yang Mengatur segala urusan, hati, dan perasaan manusia.

Now, some people who know my story, give me another call: “the Hammer”
Jadi inget film the Raid 😀

Ya itulah Bro… kadang niat baek belum tentu ujungnya baek…
-Bro U-

Tetiba keingetan si Bocah Ujung Jalan. Mudah-mudahan sedikit oleh-oleh dari sini udah nyampe. Keingetan karena udah ga ada yg jailin, gigit-gigit tangan (walaupun kadang bikin kesel dikit :)), nangkepin kumbang, narik-narik sarung, yang paling parah menghindari lemparan batu walaupun ga pernah kena… hihihi. Doa saya dari jauh, semoga tetap rajin dan berbakti, maaf dulu ga pamit-pamit yooh 🙂 Anak kecil mah ga akan nyariin da, apalagi temennya banyak.

“Jangan takut jatuh,
karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh

Jangan takut gagal,
karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah.

Jangan takut salah,
karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan
untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua.” ~H~